REDAKSI88.com, BENGKULU UTARA - Warga Dusun Lembah Duri, Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Sutarman (54) meninggal dunia akibat luka bacok di bagian belakang leher dan dagu yang dilakukan pelaku AG, Sabtu (1/2/2025).
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Eko Munarianto, S.IK, melalui Kapolsek Ketahun, Iptu Khalid Wahyudi, SH, menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan pelaku, kejadian bermula dari ketidakpuasan atas pembagian upah.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan di Bengkulu Utara Berhasil Diringkus, Motif Masih Misteri
Menurut keterangan pelaku, dirinya diajak oleh korban untuk bekerja membersihkan kebun dengan menebas rumput.
Namun, setelah pekerjaan selesai, pelaku merasa bahwa upah yang diberikan tidak sesuai dengan tenaga yang telah dikeluarkannya.
"Pelaku merasa tersinggung karena pembagian upah yang tidak adil dalam pekerjaan yang dilakukan bersama. Selain itu, korban juga sempat memaki pelaku, yang akhirnya memicu amarah hingga berujung pada tindakan pembunuhan," terang Kapolsek.
Baca Juga: Tragedi di Bengkulu Utara, Petani Tewas Dibacok Sahabatnya Sendiri
Namun, dari pengakuan pelaku dengan kesaksian dari istri korban justru memberikan pengakuan yang berbeda terkait motif kejadian tersebut.
Menurut istri korban, pelaku sebelumnya pernah mengancam akan menghabisi nyawa korban jika keinginannya tidak dipenuhi untuk menikahi anak korban.
"Pelaku pernah menyatakan akan membunuh suami saya jika permintaannya untuk menikahi anak kami tidak dikabulkan," ujar istri korban saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Baca Juga: Google Sempat Salah Tampilkan Kurs Dolar AS ke Rupiah, Penyebab dan Dampaknya Terungkap
Perselisihan antara korban dan pelaku akhirnya berujung tragis, di mana pelaku membacok korban dengan parang hingga meninggal dunia.
Kini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa pembunuhan tersebut.****