KCC Glass Corporation, yang telah beroperasi di Kawasan Industri Batang, berencana melakukan ekspansi lebih lanjut.
Airlangga menyebutkan bahwa total investasi dari 19 grup perusahaan Korea tersebut mencapai hampir US$15,4 miliar (sekitar Rp269 triliun), dengan rencana tambahan US$1,7 miliar (Rp30 triliun).
“Jumlah investasi dari 19 grup tersebut totalnya hampir 15,4 miliar US$. Akan ada rencana tambahan 1,7 miliar US$. Secara total, investasi yang dilakukan dalam bentuk rupiah yang dilaporkan dan dilaksanakan ada Rp 269 triliun, dan akan ditambah lagi Rp 30 triliun,” paparnya.
Baca Juga: Istana Buka Suara Soal Konten Monolog Wapres Gibran di Medsos, Ini Alasannya
FKI merupakan salah satu organisasi bisnis paling berpengaruh di Korea Selatan, setara dengan Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI) serta Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA).
Saat ini, FKI beranggotakan 420 perusahaan besar, termasuk Samsung Electronics, Hyundai Motor, LG, dan POSCO, serta 21 perusahaan investasi asing.
Sektor usaha yang tercakup meliputi 38,1% industri manufaktur, 8,6% grosir dan ritel, 6,4% jasa bisnis, 3,6% transportasi, dan 1,9% elektronik dan gas.
Pertemuan ini semakin memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Korea Selatan, sekaligus menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama investasi di berbagai sektor strategis.***