Redaksi88.com – Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia kembali mencatatkan capaian positif.
Setelah berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, produk makanan ringan asal Tanah Air kini telah berhasil menembus pasar Afrika, termasuk Pantai Gading.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri mamin terus menunjukkan peran vital dalam mendorong pertumbuhan manufaktur.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Pemeriksaan Kasus Brimob Cepat dan Transparan
"Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," ujar Agus dalam keterangan resmi, Sabtu 30 Agustus 2025.
Agus menambahkan, subsektor mamin juga menyumbang 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Selain memperkuat pasar domestik, produk-produk mamin terus merambah ke pasar internasional.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Tunjangan Anggota DPR Akan Dicabut dan Moratorium Kunjungan Kerja ke Luar Negeri
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengungkapkan hingga Mei 2025 nilai ekspor mamin Indonesia mencapai Rp278,85 triliun dengan surplus perdagangan sebesar Rp197,1 triliun.
Salah satu pencapaian terbaru datang dari PT URC Indonesia yang berhasil mengekspor produk makanan ringan ke Pantai Gading.
"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika," ungkap Putu.
Baca Juga: PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Fraksi DPR RI Mulai 1 September 2025
Ia menekankan bahwa langkah tersebut membuktikan kepercayaan global terhadap kualitas produk Indonesia.
Dengan pelepasan ekspor 10 kontainer dari Cikarang Dry Port, produk dalam negeri semakin memperkuat posisinya di pasar internasional.