Proyek Kereta Api Trans Borneo Masuki Tahap Studi Kelayakan, Rampung 2026

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 10:58 WIB
Foto Ilustrasi - Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook menyebut studi kelayakan proyek kereta api Trans Borneo rampung pada kuartal ketiga 2026.  (Unsplah/Johannes Plenio)
Foto Ilustrasi - Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook menyebut studi kelayakan proyek kereta api Trans Borneo rampung pada kuartal ketiga 2026. (Unsplah/Johannes Plenio)

Redaksi88.com – Proyek ambisius kereta api Trans Borneo yang akan menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Kalimantan, Indonesia, diproyeksikan kian mendekati kenyataan.

Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke Siew Fook, mengungkapkan bahwa studi kelayakan proyek tersebut ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026.

Dalam jawaban tertulis di parlemen kepada Vivian Wong Shir Yee (PH-Sandakan), Loke menyampaikan pihaknya telah menunjuk konsultan lokal untuk menjalankan studi kelayakan selama 12 bulan. 

Baca Juga: Ketua Komisi XIII DPR Tolak Wacana Pembayaran Royalti Lagu di Acara Pernikahan, Sebut Tak Sesuai Kultur Indonesia

Studi itu akan dimulai pada Juni 2025 dan mencakup rencana jalur Kereta Api Lintas Kalimantan di Sabah dan Sarawak.

Menurut Loke, studi tersebut akan memuat analisis perbandingan secara rinci dari berbagai aspek, mulai dari teknis, komersial, sosial-ekonomi, operasional, tata kelola, hingga manfaat sosial.

“Hasil utama dari konsultan akan mencakup rekomendasi untuk rencana strategis, jadwal implementasi, rencana tindakan, dan garis waktu, sekaligus memastikan penerimaan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan,” ujar Loke kepadaqmedia Malaysia, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga: Kabar Kenaikan Gaji ASN Bakal Ada di Pidato Prabowo Besok? Begini Jawaban Istana

Sebelumnya, pemerintah federal Malaysia telah mengalokasikan dana sebesar RM7 juta atau sekitar Rp26 miliar untuk membiayai studi tersebut.

Wakil Menteri Sabah III, Datuk Shahelmey Yahya, menyebut bahwa studi tersebut telah masuk dalam Rencana Malaysia ke-12.

Proyek jalur lintas negara ini pertama kali diusulkan pada 2015 oleh mantan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak kepada Presiden Indonesia saat itu, Joko Widodo. 

Apabila terealisasi, jalur ini akan menjadi penghubung strategis bagi pergerakan orang, barang, dan jasa di jantung Pulau Borneo, sekaligus membuka babak baru konektivitas regional di Asia Tenggara.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X