internasional

ASEAN Solidaritas! Prabowo dan 4 Negara Bahas Dampak Kebijakan Trump

Sabtu, 5 April 2025 | 21:40 WIB
ASEAN Solidaritas! Prabowo dan 4 Negara Bahas Dampak Kebijakan Trump. (Istimewa)

REDAKSI88.com– Presiden RI Prabowo Subianto melakukan koordinasi dengan empat pemimpin negara anggota ASEAN untuk menyusun respons bersama terhadap kebijakan tarif timbal balik (reciprocal tariffs) yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Kebijakan tersebut, yang diumumkan Trump pada Rabu, 2 April 2025, memberlakukan tarif impor minimal 10% untuk semua produk dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif 32%.

Menghadapi langkah AS ini, Prabowo melakukan telewicara dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.

Baca Juga: Kebijakan Tarif Trump yang Tak Lazim: Kenakan Pajak Impor pada Pulau Tak Berpenghuni yang Hanya Ditinggali Penguin

Dalam unggahan Instagram @anwaribrahim_my pada Sabtu (5/4), Anwar Ibrahim mengonfirmasi diskusi tersebut.

"Hari ini saya berkesempatan melakukan diskusi melalui telepon dengan para pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura, untuk memperoleh pandangan dan mengoordinasikan tanggapan bersama mengenai masalah tarif timbal balik oleh Amerika Serikat (AS)," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa isu ini akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN minggu depan.

Baca Juga: Kongres PDIP Bakal Jadi Ajang Sejarah? Pertemuan Megawati-Prabowo Bisa Tentukan Arah Politik Nasional

"Insyaallah, Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN minggu depan akan terus membahas masalah ini dan mencari solusi terbaik bagi seluruh negara anggota," jelasnya.

Berikut daftar tarif resiprokal AS terhadap Negara ASEAN, Malaysia dan Brunei Darussalam 24%, Filipina 17%, Singapura 10%, Kamboja 49%, Laos 48%, Vietnam 46%, Myanmar 44% dan Thailandn36%.

Langkah koordinasi ini menunjukkan solidaritas ASEAN dalam menghadapi tekanan ekonomi global, sekaligus upaya mencari solusi bersama untuk meminimalkan dampak kebijakan proteksionis AS terhadap perdagangan regional.***

Tags

Terkini