REDAKSI88.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, dengan melayat ke Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (4/4) sore sekitar pukul 15.38 WIB.
Dalam pernyataannya di Katedral, Prabowo mengenang mendiang sebagai sosok rohaniwan yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat marginal.
"Beliau orang baik. Selalu berpikir positif, dan beliau selalu kerja untuk rakyat kecil. Itu yang saya tahu," ujar Prabowo dengan penuh hormat.
Kedatangan Prabowo yang berlangsung sekitar 10 menit ini merupakan bentuk penghormatan pribadi atas hubungan dekatnya dengan almarhum.
"Saya datang melayat karena memang Mgr. Turang saya kenal baik. (Kami) sering ketemu, dan juga ada hubungan keluarga," jelas Presiden ke-8 RI tersebut.
Prabowo menambahkan, "Jadi, saya kira sebagai manusia kita memberikan penghormatan kita. Saya ucapkan belasungkawa ke keluarga semua. Saya kira itu."
Selama berada di Katedral, Prabowo disambut langsung oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo.
Usai memberikan penghormatan, Kardinal Suharyo mengantarkan Prabowo hingga ke kendaraannya.
Baca Juga: Maraknya Perampasan Kendaraan oleh Oknum Debt Collector di Bengkulu
Mgr. Petrus Turang yang wafat dalam usia 81 tahun dikenal sebagai tokoh gereja yang konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil di Nusa Tenggara Timur selama masa pengabdiannya.
Jenazah beliau disemayamkan sementara di Jakarta sebelum dimakamkan di Kupang.***
Artikel Terkait
Viral di Indonesia, Pemilik Studio Ghibli Justru Merasa Terhina dengan Tren AI di ChatGPT
OpenAI Terancam Berhadapan dengan Hukum, Ghibli Berhak Gunakan UU Hak Cipta AS karena Pendirinya Keberatan
Hari Raya Idul Adha 2025: Jatuh pada Juni, Ini Prediksi dan Tanggal Liburnya
Resesi Mengintai! Begini Strategi Prabowo Hadapi Dampak Tarif Impor AS 32 persen pada 2025
Imbas Kebijakan Trump: Tarif Impor 32 persen Ancam Ekspor Indonesia, Bagaimana Respons Pemerintah?
Trump Kenakan Tarif 32 persen untuk Produk Indonesia: Balas Dendam atau Strategi Ekonomi? Ini Dampak Besarnya