REDAKSI88.com - Ketegangan publik antara Elon Musk dan Presiden AS Donald Trump memanas setelah miliarder pemilik X (Twitter) itu menyetujui wacana pemakzulan terhadap Trump.
Kontroversi ini memicu perdebatan sengit di media sosial dan spekulasi tentang retaknya hubungan keduanya.
Insiden bermula ketika akun X @stillgray memposting cuitan pada Jumat (6/6/2025) yang menyatakan, "Siapa yang menang antara Presiden vs Elon? Saya bertaruh Elon."
Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut menyerukan, "Trump seharusnya dimakzulkan dan JD Vance harus menggantikannya."
Elon Musk merespons dengan satu kata: "Yes." Balasan singkat itu langsung viral dan memicu gelombang reaksi, termasuk kekecewaan dari Trump.
Dalam wawancara dengan AFP di Gedung Putih (5/6/2025), Trump mengaku kecewa dengan sikap Musk.
"Hubungan saya dan Elon sempat bagus. Saya tidak tahu apakah hubungan itu bisa dipertahankan. Saya terkejut," ujarnya.
Mantan penasihat kebijakan ekonomi Trump itu juga menegaskan, Musk pernah terlibat dalam diskusi internal pemerintahan.
"Elon tahu pembahasan internal terkait kebijakan ini lebih dari orang lain. Tapi tiba-tiba dia bermasalah dengan itu," tambah Trump.
Baca Juga: Isu Keretakan dengan Donald Trump Mencuat, Ini Respons PM Israel Benjamin Netanyahu
Elon Musk sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung Trump, bahkan kerap memberi masukan kebijakan.
Namun, belakangan ia kerap mengkritik sejumlah kebijakan presiden, termasuk isu energi dan teknologi.