internasional

Masjidil Haram Dipadati Wanita Saat Puncak Haji di Arafah, Siapa Mereka?

Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:34 WIB
Foto ilustrasi jemaah di dalam Masjidil Haram. (Unsplash/hardiman hardiman)

REDAKSI88.com – Saat jutaan jemaah haji memadati Padang Arafah untuk wukuf pada 9 Zulhijjah, Masjidil Haram justru dipenuhi oleh ribuan wanita yang mayoritas mengenakan abaya hitam.

Fenomena tahunan ini menunjukkan peran aktif wanita dalam menjaga kekhidmatan ibadah haji meski tidak sedang berwukuf.

"Pada hari itu, para wanita yang tidak melakukan ibadah haji pergi ke Masjidil Haram untuk memastikan tempat suci umat Islam itu tetap ramai dengan jemaah," terang salah seorang pengamat haji.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Visa Haji Furoda 2025, Menag: Pengembalian Dana Tergantung Organizer

Kehadiran mereka menciptakan pemandangan unik, di mana Masjidil Haram—yang biasanya didominasi pria—justru dipenuhi wanita. 

Hal ini terjadi karena sebagian besar pria sedang menjalani wukuf di Arafah atau terlibat dalam layanan haji di berbagai lokasi ziarah.

"Ini adalah momen langka dalam tahun Islam, di mana Masjidil Haram seolah menjadi milik wanita," tambah sumber tersebut.

Baca Juga: Negosiasi Kemenag Berhasil, Klinik Kesehatan untuk Jemaah Haji Indonesia Kembali Diizinkan Beroperasi oleh Arab Saudi

Sementara itu, jemaah haji yang telah menyelesaikan wukuf di Arafah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan mabit (bermalam) serta lempar jumrah. 

Tahun ini, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan skema murur bagi sebagian jemaah, di mana mereka langsung menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.

"Jemaah yang mengikuti skema murur ini tetap berada di bus dan tidak turun saat melewati Muzdalifah," jelas pihak berwenang setempat.

Baca Juga: Tetap Mabit di Mina, Ini Alasan Kemenag Batalkan Skema Tanazul bagi Jemaah Haji Indonesia

Fenomena membanjirnya wanita di Masjidil Haram saat wukuf menjadi bukti komitmen spiritual mereka dalam mendukung kekhusyukan ibadah haji.***

Tags

Terkini