REDAKSI88.com – Saat jutaan jemaah haji memadati Padang Arafah untuk wukuf pada 9 Zulhijjah, Masjidil Haram justru dipenuhi oleh ribuan wanita yang mayoritas mengenakan abaya hitam.
Fenomena tahunan ini menunjukkan peran aktif wanita dalam menjaga kekhidmatan ibadah haji meski tidak sedang berwukuf.
"Pada hari itu, para wanita yang tidak melakukan ibadah haji pergi ke Masjidil Haram untuk memastikan tempat suci umat Islam itu tetap ramai dengan jemaah," terang salah seorang pengamat haji.
Kehadiran mereka menciptakan pemandangan unik, di mana Masjidil Haram—yang biasanya didominasi pria—justru dipenuhi wanita.
Hal ini terjadi karena sebagian besar pria sedang menjalani wukuf di Arafah atau terlibat dalam layanan haji di berbagai lokasi ziarah.
"Ini adalah momen langka dalam tahun Islam, di mana Masjidil Haram seolah menjadi milik wanita," tambah sumber tersebut.
Sementara itu, jemaah haji yang telah menyelesaikan wukuf di Arafah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan mabit (bermalam) serta lempar jumrah.
Tahun ini, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan skema murur bagi sebagian jemaah, di mana mereka langsung menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah.
"Jemaah yang mengikuti skema murur ini tetap berada di bus dan tidak turun saat melewati Muzdalifah," jelas pihak berwenang setempat.
Baca Juga: Tetap Mabit di Mina, Ini Alasan Kemenag Batalkan Skema Tanazul bagi Jemaah Haji Indonesia
Fenomena membanjirnya wanita di Masjidil Haram saat wukuf menjadi bukti komitmen spiritual mereka dalam mendukung kekhusyukan ibadah haji.***