internasional

Donald Trump Diberi Kesempatan Buka Jalur Diplomasi Perang Iran vs Israel, Meski Hanya Lewat Satu Panggilan Telepon

Selasa, 17 Juni 2025 | 19:00 WIB
Presiden AS, Donald Trump. (Instagram.com / @realdonaldtrump)

Redaksi88.com – Menuai sorotan sebagian publik di media sosial (medsos) perihal konflik yang terjadi antara dua negara di Timur Tengah, Iran versus Israel yang hingga kini kian memanas, pada Selasa, 17 Juni 2025.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sempat mendesak warga Iran untuk segera meninggalkan ibu kota Teheran. 

Peringatan itu disampaikan tak lama setelah Israel meningkatkan intensitas serangannya ke wilayah Iran.

Baca Juga: Update Skandal SPMB Bandung 2025, Dugaan Praktik Titipan Anak Pejabat demi Masuk Sekolah Favorit

Pemerintah Israel mengklaim, operasi militer tersebut ditujukan untuk menghentikan pengembangan program nuklir Iran. 

Bahkan, militer Israel telah menginstruksikan evakuasi warga di salah satu distrik di Teheran sebagai bagian dari respons atas dugaan ancaman senjata nuklir dari Iran, meski tuduhan tersebut telah dibantah keras oleh otoritas Iran.

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meminta agar Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, turun tangan menghentikan serangan tersebut. 

Baca Juga: Ucapan Fadli Zon soal Tragedi Mei 1998 Tuai Kecaman, DPR Akan Panggil untuk Klarifikasi

Ia menilai, satu langkah dari Presiden Trump bisa membuka jalan diplomasi.

"Jika Presiden (Donald) Trump sungguh-sungguh dalam hal diplomasi dan tertarik untuk menghentikan perang ini, langkah selanjutnya akan sangat penting. Israel harus menghentikan agresinya," ujar Araghchi, dikutip dari Al Arabiya, Selasa, 17 Juni 2025.

"Dan jika agresi militer terhadap kami tidak dihentikan sepenuhnya, serangan kami akan terus berlanjut," tegasnya.

Baca Juga: Donald Trump Sebut Israel Akan Gempur Iran, Desak 10 Juta Warga Teheran Mengungsi

Araghchi menegaskan bahwa Trump punya peran krusial untuk meredakan konflik, termasuk dengan menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Hanya perlu satu panggilan telepon dari Washington untuk membungkam seseorang seperti (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu. Itu dapat membuka jalan bagi kembalinya diplomasi," kata dia.

Halaman:

Tags

Terkini