Dari jumlah itu, tiga orang berada dalam kondisi serius, dua mengalami luka sedang, dan 42 lainnya menderita luka ringan akibat serpihan serta efek ledakan.
Baca Juga: Viral Menu MBG Dibagikan dalam Bentuk Bahan Mentah di Tangsel, BGN: Belum Ada Kebijakan Seperti Itu
“Sebagian besar korban mengalami luka akibat serpihan dan trauma ledakan. Sebanyak 18 warga sipil lainnya terluka saat berusaha menyelamatkan diri ke tempat perlindungan,” jelas juru bicara MDA.
Menanggapi serangan tersebut, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeluarkan pernyataan keras.
Ia menyebut serangan rudal ini sebagai salah satu “kejahatan perang paling serius” dan menegaskan bahwa Iran akan diminta pertanggungjawaban, khususnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Sorotan Khusus: Rudal Sejjil Iran yang Lama Disimpan, Kini Dilepaskan untuk Menggempur Israel
“Perdana Menteri dan saya telah memerintahkan militer untuk meningkatkan serangan terhadap target strategis di Iran, termasuk infrastruktur energi di Teheran. Tujuannya adalah untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel dan mengguncang rezim para Ayatollah,” tegas Katz.
Sementara itu, pemerintah Iran menyatakan bahwa target utama dari serangan rudal tersebut bukanlah fasilitas kesehatan, melainkan instalasi militer dan intelijen Israel.
“Target utama serangan itu adalah Pangkalan Komando dan Intelijen Angkatan Darat Israel (IDF C4I) dan Kamp Intelijen Angkatan Darat di Taman Teknologi Gav-Yam, yang terletak di sekitar Rumah Sakit Soroka,” kata kantor berita negara IRNA.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa rumah sakit hanya terkena imbas dari gelombang ledakan, dan menyebut bahwa sasaran rudal adalah fasilitas militer dengan “target langsung dan tepat”.***