Redaksi88.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) angkat suara terkait kericuhan dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB atau OHCHR, organisasi internasional itu menekankan pentingnya dialog serta menyerukan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan aksi protes.
Pernyataan resmi disampaikan OHCHR melalui situs PBB pada Senin, 1 September 2025.
Baca Juga: BI Pastikan Suku Bunga Kredit Berangsur Turun, tapi Transmisi Perlu Waktu
“Kami menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia (HAM) internasional,” kata juru bicara OHCHR, Ravina Shamdasani.
Shamdasani menjelaskan, pihaknya memantau secara ketat tindak kekerasan yang muncul di Indonesia dalam konteks protes nasional terkait tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Aspirasi Rakyat Didengar: DPR Cabut Tunjangan hingga Kunjungan Luar Negeri
OHCHR juga mengingatkan otoritas Indonesia agar tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi.
Shamdasani menegaskan, hak berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi harus dilindungi sesuai norma dan standar internasional.
“Semua aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan dalam kapasitas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip-prinsip dasar tentang penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat penegak hukum," imbau Shamdasani.
Baca Juga: Instruksi Presiden, Kementerian PU Data Fasilitas Umum Rusak Pascademo untuk Rehabilitasi
Dengan seruan tersebut, PBB berharap penanganan aksi unjuk rasa di Indonesia dapat mengedepankan pendekatan damai sekaligus menjamin perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sipil.***