Redaksi88.com, Gyeongju — Presiden RI Prabowo Subianto mendorong agar negara-negara di kawasan Asia-Pasifik tidak menerima perpecahan sebagai sebuah takdir.
Prabowo menilai, kekuatan yang terbangun di kawasan ini harus menjadi landasan untuk memperkuat rasa percaya diri di tengah ketidakpastian global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada sesi pertama APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10) waktu setempat.
Baca Juga: Di KTT APEC, Prabowo Serukan Perdagangan Bebas yang Adil dan Setara
“Saya percaya bahwa Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan, ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global,” ujarnya.
Prabowo mengatakan bahwa APEC dibentuk dengan tujuan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan di kawasan Asia-Pasifik melalui kerja sama ekonomi yang erat antarnegara.
Prabowo juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“APEC didirikan atas dasar keyakinan bersama akan pertumbuhan dan kerja sama ekonomi yang inklusif. Peran dan misi inti APEC adalah untuk memfasilitasi investasi perdagangan bebas dalam kerja sama multilateral di antara rasa kebersamaan di seluruh kawasan kita. Keyakinan ini harus dipertahankan. Kita tidak boleh membiarkan fragmentasi menggerogoti stabilitas yang telah lama menopang pertumbuhan kita,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam memperkuat integrasi ekonomi kawasan melalui perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sudah saatnya memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif,” pungkasnya.
“Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai intinya dan memastikan bahwa setiap orang bersaing secara setara,” tambahnya.
Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.