internasional

Sebelum Lepaskan Tembakan, Mendagri Malaysia Ungkap APMM Sudah Memberikan Peringatan Sesuai Prosedur

Rabu, 5 Februari 2025 | 20:27 WIB
Ilustrasi foto penembakan. (pixabay/Monoar_CGI_Artist)

REDAKSI88.com - Insiden penembakan lima warga negara Indonesia (WNI) oleh aparat maritim Malaysia (APMM) masih dalam proses penyelidikan. Dari lima korban, dua di antaranya meninggal dunia.

Satu korban ditemukan tewas di atas kapal saat ditemukan oleh APMM, sementara empat lainnya dilarikan ke rumah sakit. Salah satu korban yang sempat kritis akibat tembakan di bagian ginjal akhirnya meninggal dunia setelah menjalani operasi.

Korban pertama yang meninggal, berinisial B, telah dimakamkan di kampung halamannya di Riau, sedangkan korban kedua masih dalam proses identifikasi.

Baca Juga: Tragedi Penembakan WNI di Malaysia, Dugaan Penyelundupan Narkoba dan Senjata Mencuat

Perbedaan Kronologi antara Korban dan APMM

Terdapat perbedaan signifikan dalam kronologi kejadian antara keterangan korban dan versi APMM. Pada pernyataan awalnya, APMM menyebutkan bahwa penembakan terjadi ketika kapal yang ditumpangi lima WNI melintas di Tanjung Rhu. Aparat melepaskan tembakan karena para penumpang diduga melakukan perlawanan.

Namun, dua korban selamat, HA dan MZ, memberikan keterangan berbeda kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia dan KBRI Kuala Lumpur. Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada 29 Januari 2025, HA dan MZ membantah telah melakukan perlawanan dengan senjata tajam terhadap aparat APMM.

Baca Juga: Korban Penembakan Aparat Malaysia Bertambah, Satu WNI yang Koma Meninggal Dunia

Penjelasan Mendagri Malaysia

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, dalam konferensi pers di Gedung Parlemen pada 3 Februari 2025, menjelaskan kronologi versi pemerintah Malaysia.

Menurutnya, insiden bermula pada pukul 02.58 ketika Pusat Pengendalian Area di Klang mendeteksi kapal mencurigakan memasuki perairan Malaysia dekat Pulau Carey. Kapal Penggalang 31 milik APMM kemudian mengidentifikasi kapal tersebut dan memberikan peringatan melalui pengeras suara.

Saifuddin menegaskan bahwa kapal yang ditumpangi WNI mengabaikan peringatan dan justru terus melaju kencang. “Memberikan peringatan dini merupakan prosedur yang sangat penting dan telah dilaksanakan,” ujar Saifuddin.

Baca Juga: Prabowo dan Jusuf Kalla Santap Siang, Bahas Gabah hingga Stok Pangan Jelang Ramadan

Pengejaran dan Tembakan APMM

APMM kemudian melakukan pengejaran setelah kapal yang ditumpangi WNI diduga berusaha menabrak bagian mesin kapal Penggalang 31, yang dapat menimbulkan risiko ledakan.

Petugas APMM melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun kapal tetap melarikan diri. “Mengingat ancaman yang meningkat, petugas APMM mengarahkan tembakan ke mesin kapal, berharap dapat menonaktifkannya dan mengakhiri pengejaran,” kata Saifuddin.

Setelah tembakan dilepaskan, kapal yang ditumpangi para WNI berhasil menghindari penangkapan dan hilang dari radar kapal aparat.

Halaman:

Tags

Terkini