REDAKSI88.com - Polisi Malaysia masih menyelidiki kasus penembakan lima WNI yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
Insiden itu terjadi di Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia, pada Jumat, 24 Januari 2025, pukul 03.00 dini hari waktu setempat.
Penembakan tersebut terjadi ketika APMM mengaku mendapatkan serangan dari kapal yang ditumpangi para WNI.
Dalam keterangannya, APMM menyebut bahwa para penumpang kapal berusaha menyerang petugas menggunakan senjata tajam saat hendak diinterogasi.
Dari lima WNI yang menjadi korban, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Satu korban meninggal di atas kapal, sementara satu lainnya meninggal pada Selasa, 4 Februari 2025, setelah menjalani operasi akibat luka tembak di Rumah Sakit Idris Shah Serdang.
Baca Juga: Hari-Hari Besar Sepanjang Kalender Islam Bulan Februari 2025
Malaysia Sebut Ada Potensi Penyidikan Penyelundupan Narkoba dan Senjata
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution, menyatakan bahwa penyelidikan atas insiden ini dapat meluas ke dugaan kasus penyelundupan narkoba dan senjata.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung Parlemen Malaysia pada Senin, 3 Februari 2025.
Menurut Saifuddin, pola serupa pernah terjadi sebelumnya dan berkaitan dengan kasus penyelundupan. Oleh karena itu, kemungkinan adanya jaringan penyelundupan narkoba atau senjata dalam kasus ini tidak dapat diabaikan.
"Saat kami melanjutkan interogasi terhadap mereka yang ditangkap atau terluka dan saat ini berada dalam tahanan kami, semakin dalam kami melakukan penyelidikan, semakin kami tidak dapat mengabaikan pola-pola tertentu berdasarkan kasus-kasus serupa di masa lalu," ujar Saifuddin.
"Hal ini berpotensi membuka penyidikan terkait penyelundupan narkoba dan ini juga bisa melibatkan penyelundupan senjata," tambahnya.
Baca Juga: Rakernas SIWO PWI 2025: Sumut, Banten, dan NTB Calonkan Diri sebagai Tuan Rumah Porwanas 2027
Kemlu RI: Tidak Ada Indikasi Penyelundupan Narkoba dan Senjata
Menanggapi klaim tersebut, Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Judha Nugraha, menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi keterlibatan narkoba atau senjata berdasarkan keterangan tiga WNI yang selamat.
"Tidak ada informasi tentang narkoba dan senjata," kata Judha saat bertemu media di Gedung Kemlu, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 Februari 2025.