Program Makan Bergizi Gratis Dapat Tekan Angka Kemiskinan Hingga 5,8 persen, Ungkap Ahli Kemiskinan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 20 Maret 2025 | 09:26 WIB
Prof. Arief Anshory Yusuf, ahli kemiskinan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) yang juga anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) (Tengah) (Istimewa)
Prof. Arief Anshory Yusuf, ahli kemiskinan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) yang juga anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) (Tengah) (Istimewa)

Ia menambahkan, dengan menjaga rantai pasok dan memastikan program berjalan sesuai rencana, dampak positif yang diharapkan dari MBG dapat tercapai.

"Mari kita jaga bersama agar program ini memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat," tandasnya.

Program MBG dinilai tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan.

Baca Juga: Letkol Teddy Indra Wijaya: Simbol Kebangkitan Pemuda dalam Pemerintahan Prabowo, Antara Dedikasi dan Kontroversi

Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengawas, menjadi kunci keberhasilan program ini.

Jika diimplementasikan dengan baik, MBG dapat menjadi langkah signifikan dalam upaya Indonesia mencapai target pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.***

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X