Melibatkan Kejaksaan Sejak Awal
Nadiem mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung sejak awal proses pengadaan untuk mencegah pelanggaran.
"Kami melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jamdatun) agar proses pengadaan berjalan aman dan sesuai aturan," tuturnya.
Selain itu, pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog LKPP untuk menjamin transparansi.
"Pengadaan dilakukan lewat sistem e-katalog untuk meminimalkan konflik kepentingan," terangnya.
Baca Juga: Polemik Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Terus Berlanjut: Bareskrim Selidiki Dugaan Tindak Pidana
Alasan Pemilihan Chromebook
Menanggapi dugaan korupsi, Nadiem menyatakan bahwa Chromebook dipilih karena harganya lebih terjangkau dengan fitur keamanan yang sesuai untuk pendidikan.
"Chromebook lebih murah hingga 30 persen dan memiliki kontrol aplikasi yang melindungi siswa dari pornografi, judi online, dan gim," sebutnya.
Ia juga menekankan bahwa fitur tersebut dapat dimanfaatkan tanpa biaya tambahan.
"Ini bisa mencegah akses ke konten negatif tanpa biaya tambahan lagi," jelas Nadiem.***
Artikel Terkait
Heboh Dugaan Remaja Cirebon yang Hendak Akhiri Hidup Gegara Depresi, Kini Jadi Anak Angkat Dedi Mulyadi
4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut Izinnya, Berisiko Tindak Pidana
Menteri Bahlil Minta Masyarakat Lebih Hati-Hati Menyikapi Foto Viral Dugaan Kerusakan Raja Ampat
Timnas Indonesia Takluk dari Jepang, Ricky Kambuaya Tetap Jadi Sorotan
Korupsi Mengintai di Balik Pokir Dewan, Mendagri: Tinggal Tunggu Waktu Saja Ditangkapnya Kapan
Polemik Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Terus Berlanjut: Bareskrim Selidiki Dugaan Tindak Pidana