Bupati Gunungkidul Perketat Data Penerima Bansos, Masih Beli Rokok dan Skincare Akan Dianggap Mampu

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 23 Juli 2025 | 09:59 WIB
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ingatkan penerima bansos untuk hanya menggunakan uang bagi kebutuhan pokok.  (Instagram.com/@endah_subekti_k)
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ingatkan penerima bansos untuk hanya menggunakan uang bagi kebutuhan pokok. (Instagram.com/@endah_subekti_k)

Redaksi88.com – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, meminta agar penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan dengan lebih selektif. 

Ia menyebut bahwa penerima bansos harus mengelola keuangan dengan baik dan tidak menggunakan uang bantuan untuk hal selain kebutuhan pokok.

“Kami sampaikan kepada warga masyarakat khususnya penerima bansos dari pemerintah bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan,” ujar Endah usai menghadiri peluncuran bantuan beras bagi warga kurang mampu di Balai Kelurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Selasa, 22 Juli 2025.

Baca Juga: Kemlu Respons Permintaan Satria Arta, Eks Marinir yang Kini Jadi Tentara Rusia untuk Kembali Jadi WNI

“Selama masih di-support pangannya dari pemerintah, maka kita harus mendisiplinkan diri,” tambahnya.

Endah juga menyoroti kebiasaan sebagian penerima bansos yang masih menggunakan dana bantuan untuk membeli rokok maupun Skincare. Ia menilai hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi.

“Kepada perangkat daerah kami, bagi penerima bansos yang masih menggunakan uangnya di luar kebutuhan pokok, misalnya maaf masih merokok, membeli skincare dan sebagainya ya kami mohon Pak Lurah mempertimbangkan kembali,” tegasnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Program Pembinaan Anak Nakal ke Barak Militer: Kalau Ada Masalah, Semua Harus Sama-sama Ngoreksi

“Rapat dalam musyawarah dusun atau musyawarah kelurahan bahwa yang bersangkutan ternyata mampu, jadi ukurannya seperti itu,” tambahnya.

Menurut Endah, upaya keluar dari kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah, melainkan harus disertai kesadaran dan kemauan dari masyarakat itu sendiri.

“Edukasi untuk kita mau prihatin keluar dari kemiskinan ini memang harus dilakukan dari si warga itu sendiri, bukan tugas dari pemerintah,” tandasnya.

“Karena mengubah nasibnya sendiri dengan hidup hemat saja tidak mau, prihatin saja tidak mau, menabung untuk membawa perubahan derajatnya saja tidak mau, kenapa kita harus memikirkannya, yang lebih membutuhkan masih banyak,” pungkasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X