Redaksi88.com – Linimasa media sosial sedang ramai membahas isu mengenai Sesar Lembang yang saat ini kembali mencuat dan menjadi sorotan sebagian publik Tanah Air.
Sesar aktif sepanjang 29 kilometer ini diperkirakan mampu memicu gempa besar dengan magnitudo 6,5 hingga 7.
Jika hal itu terjadi dampaknya diperkirakan bisa meluas ke seluruh wilayah Bandung Raya.
Sejumlah getaran kecil akibat aktivitas sesar bahkan telah beberapa kali dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Indonesia Menang Gugatan di WTO, Uni Eropa Didesak Cabut Bea Masuk
Meski skalanya ringan, para peneliti mengingatkan fenomena ini tidak bisa dianggap sepele.
Terkini, BPBD Kota Bandung bersama tim kebencanaan meninjau jalur sesar di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 24 Agustus 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan pihaknya menemukan adanya retakan panjang di permukaan tanah.
Retakan itu menjadi bukti nyata aktivitas tektonik di jalur sesar masih berlangsung.
BPBD juga menghadirkan peneliti BRIN, Mudrik Rahmawan Daryono, untuk memberikan penjelasan lebih detail mengenai potensi bahaya Sesar Lembang.
"Kami ingin mendapatkan penjelasan dari ahlinya, Sesar Lembang itu kejadiannya seperti apa, apa dampak negatifnya, besarannya berapa," ujar Didi di lokasi peninjauan, Gunung Batu, Lembang.
Didi menegaskan, Pemerintah Kota Bandung kini menjadikan Sesar Lembang sebagai prioritas utama mitigasi bencana, karena ancaman kerusakan dari gempa sesar jauh lebih besar dibandingkan bencana lain di wilayah Bandung.
Baca Juga: Ekonom: Revolusi AI di Ambang Peluang sekaligus Ancaman Nyata bagi Masa Depan Karier Gen Z
Artikel Terkait
Prabowo Copot Noel Ebenezer dari Jabatan Wamenaker Usai Jadi Tersangka KPK
Gibran Tegaskan IKN Bukan Proyek Mangkrak dan Bukti Pembangunan Tak Lagi Jawa Sentris
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Minta Amnesti ke Prabowo, Laode Syarief: Tidak Layak untuk Kasus Korupsi
JMSI Perkuat Diplomasi Media, Siap Teken MoU dengan Asosiasi Wartawan Tiongkok
Indonesia Menang Gugatan di WTO, Uni Eropa Didesak Cabut Bea Masuk