Redaksi88.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengklaim bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sebagian besar kabupaten dan kota di Indonesia.
Menurut Wamendagri Bima Arya, pajak memang menjadi penopang utama pendapatan daerah, meski kontribusinya berbeda-beda bergantung pada karakteristik ekonomi tiap daerah tersebut.
"Misalnya pajak kendaraan bermotor itu dominan di provinsi-provinsi dengan populasi besar seperti Jawa Barat dan Jawa Timur," kata Bima dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 25 Agustus 2025.
Baca Juga: Bahlil: Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Harus Pakai NIK
Ia juga memberi contoh lain, yakni pemasukan dari Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) seperti hotel dan hiburan bakal tinggi di kota wisata atau metropolitan, misalnya Medan dan Yogyakarta.
Namun demikian, PBB-P2 tetap menjadi andalan di hampir semua daerah tanpa terlalu memperhatikan karakteristiknya.
"Secara umum, PBB-P2 ini tetap jadi primadona, artinya andalan utama dari sebagian besar kota/kabupaten," ujarnya.
Baca Juga: Libatkan TNI dalam Pengamanan Demo 25 Agustus di DPR, Polri Sebut Sudah Sesuai SOP
Bima menambahkan, daerah yang sudah menerapkan digitalisasi pendataan objek pajak semakin menjadikan PBB-P2 sebagai sumber utama PAD.
"Apalagi yang sudah menerapkan digitalisasi untuk pendataan objek pajaknya, itu adalah sumber utama dari PAD sejauh ini," tambahnya.
Dalam rapat tersebut, ia juga memaparkan beberapa daerah di Indonesia yang memiliki kapasitas fiskal kuat .
Dari 38 provinsi, hanya 11 provinsi atau sekitar 29 persen yang masuk kategori kapasitas fiskal kuat dengan rasio PAD lebih tinggi dibanding transfer dari pusat.
"Lalu dari 415 kabupaten, hanya 4 kabupaten atau 1 persen yang mampu berdiri dengan kapasitas fiskal kuat dan dari 93 kota, hanya 11 kota yang masuk kategori kuat, sedangkan mayoritas atau 70 kota masih memiliki kapasitas fiskal rendah," paparnya.
Artikel Terkait
Momen Haru: Prabowo Berlutut Anugerahkan Bintang Jasa untuk Teungku Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI
Soal Anggaran Giant Sea Wall hingga Industri Mineral, Begini Tanggapan Sri Mulyani
Food Tray MBG yang Impor dari China Diduga Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Tuk Pakai Produk Lokal
Libatkan TNI dalam Pengamanan Demo 25 Agustus di DPR, Polri Sebut Sudah Sesuai SOP
Bahlil: Tahun Depan Beli Gas 3 Kg Harus Pakai NIK