“Tapi kan tadi dari Zam sendiri yang bilang, teman-teman terprovokasi dari konten-konten yang sebenarnya tidak real di lapangan. Ini yang kita dorong gitu bahwa penyampaian aspirasi dalam koridor demokrasi, boleh, silakan,” tegasnya.
Melalui pemanggilan untuk diskusi bersama TikTok dan Meta, diharapkan pengelola platform media sosial tersebut juga memiliki sistem untuk menindaknya. .
“Kita nggak mau demokrasi kita dicederai dengan hal-hal yang palsu, misal dibilang ada bakar-bakar di sini, padahal nggak ada. Mungkin gerakan di tahun kapan, dibikin, terus dinariskan,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Ini Peran Tiga Tersangka Baru Dugaan Korupsi Perjadin DPRD Bengkulu Utara 2023
Mendikdasmen Minta Tambahan Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP hingga Insentif Guru Honorer
Babak Baru Perang Dagang 2025: AS Ancam Tarif Impor 200 Persen ke China Imbas Rencana Pembatasan Ekspor Magnet Langka Dibatasi
Heboh Isu Food Tray MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Istana dan BPOM Siap Turun Tangan
Respon Istana soal Demo 25 Agustus yang Sempat Ricuh di DPR, Ingatkan Penyampaian Aspirasi Jangan Sampai Merusak