Tidak Ada Ruang bagi Anarkisme, Patroli Gabungan TNI-Polri Diperluas Hingga RT/RW

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 1 September 2025 | 14:46 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ungkap keamanan masyarakat dilakukan sampai RT/RW.  (Instagram.com/@ditlantas.aceh)
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ungkap keamanan masyarakat dilakukan sampai RT/RW. (Instagram.com/@ditlantas.aceh)

 

Redaksi88.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperluas langkah pengamanan dengan melakukan patroli bersama hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi anarkis maupun penjarahan di tengah situasi yang berkembang saat ini.

“Atas instruksi Bapak Kapolri, kami minta seluruh Polda dan Polres segera berkoordinasi dengan TNI untuk melakukan patroli bersama,” ujar Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangan resminya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Warga Hindari Anarki, Aspirasi Harus Disampaikan Dengan Damai

Dedi mengungkapkan, patroli gabungan tersebut bertujuan menjamin rasa aman masyarakat dari ancaman perusuh maupun pelaku anarkis.

“Tujuannya untuk menjamin keamanan masyarakat dari ancaman perusuh maupun pelaku anarkis,” imbuhnya.

Ia menegaskan, patroli ini akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan paling kecil.

Baca Juga: Usai Rumah Dijarah, Sri Mulyani Ajak Bangun Indonesia Tanpa Anarki dan Kebencian

“Kami pastikan tidak ada ruang bagi anarkisme, patroli akan berjalan sampai ke RT/RW agar masyarakat merasa terlindungi,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, setiap tindakan pengrusakan fasilitas umum atau penjarahan akan ditindak tegas. 

Selain itu, pengamanan diperketat di markas dan asrama kepolisian di seluruh Indonesia sebagai langkah untuk melindungi simbol negara, anggota, serta mencegah barang berbahaya jatuh ke tangan yang salah.

Baca Juga: Israel Klaim Juru Bicara Hamas Abu Obeida Tewas dalam Serangan Udara di Gaza

Lebih lanjut, Dedi meminta partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan tak mudah terprovokasi.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian, kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda adalah kunci. Masyarakat adalah mata dan telinga kami,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X