Jebakan Metana PTBA: Kontradiksi Klaim 'Hijau' di Balik Bisnis Batu Bara Raksasa

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 26 September 2025 | 13:55 WIB
Penambangan batu bara yang kerap kontra dengan bisnis energi hijau.  (Pixabay.com/Chris Wiedenhoff)
Penambangan batu bara yang kerap kontra dengan bisnis energi hijau. (Pixabay.com/Chris Wiedenhoff)

Dampak sosial pun tak bisa diabaikan. Studi yang dipublikasikan di Aerosol and Air Quality Research pada 2024 menemukan prevalensi penyakit paru hitam (black lung disease) di kalangan penambang batu bara Indonesia mencapai 13,88 persen.

Sementara itu, penelitian lain di Tanjung Enim mengungkap adanya paparan radioaktivitas alami di area tambang yang dapat meningkatkan risiko kesehatan masyarakat sekitar.

Dengan sederet fakta tersebut, PTBA tampak terjebak dalam kontradiksi. Di satu sisi, perusahaan menampilkan wajah hijau lewat reklamasi dan proyek PLTS kecil-kecilan.

Namun di sisi lain, bisnis utamanya tetap pada batu bara, komoditas yang kian ditinggalkan pasar global serta menimbulkan beban lingkungan maupun sosial. 

Baca Juga: Trump Tuntut PBB Lakukan Penyidikan, Klaim Alami 3 Sabotase Ini saat Hadiri Sidang Majelis Umum

Tanpa langkah nyata untuk mengurangi produksi sekaligus mengelola emisi metana, PTBA berisiko hanya dipandang sebagai perusahaan yang “melabur arang dengan cat hijau.”***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X