Artinya, ketika PLN kebanjiran listrik di Jawa dan Sumatra, masyarakat di daerah lain masih harus mengandalkan pelita minyak untuk belajar atau berdagang di malam hari.
Upaya Pemerintah dan PLN
PLN bersama pemerintah menyadari masalah ini tak bisa dibiarkan. Dadan Kusdiana, yang kala itu menjabat Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, mengakui surplus bisa mencapai 40 persen atau sekitar 6 GW.
“Kami sedang mencoba renegosiasi kontrak take-or-pay dengan Independent Power Producers. Kalau berhasil, potensi penghematannya bisa Rp 40 triliun,” kata Dadan kepada Kontan pada Januari 2023.
Pemerintah bahkan sempat mewacanakan kenaikan daya listrik rumah tangga miskin dari 450 VA menjadi 900–1200 VA tanpa menaikkan tarif, agar kelebihan listrik bisa terserap.
Namun, rencana tersebut terbentur keterbatasan anggaran subsidi dan hingga kini belum terealisasi.
Oversupply dari Pembangkit Kotor
Dampak oversupply ini bukan hanya soal kerugian keuangan. Surplus yang sebagian besar berasal dari pembangkit kotor batu bara membuat ruang bagi energi terbarukan semakin sempit.
“Investor Energi Baru Terbarukan (EBT) jadi ragu, karena permintaan tidak jelas. Padahal kita sedang dikejar target transisi energi,” tulis laporan Trend Asia.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Terkejut Tarif Cukai Rokok 57 Persen, Pengamat: Keterkejutan Bagian dari Gaya
Kini PLN seakan berada dalam dilema: punya banyak listrik tapi tidak bisa menjualnya, rugi triliunan, dan sekaligus dituntut mempercepat transisi energi.
Di masyarakat, listrik tetap menyala dengan stabil, tapi di balik itu ada persoalan besar yang berpotensi jadi beban negara.
Sederhananya, PLN sedang mengalami paradoks: lampunya nyala terang, tapi duitnya pelan-pelan padam.***
Artikel Terkait
Pengamat Sebut Isu ‘BBM Oplosan’ Jadi Faktor Masyarakat Beralih ke SPBU Swasta, Awal Penyebab Kekosongan Stok?
Badai Keracunan Hantam Program MBG di Sekolah: Saat Janji Perbaikan Gizi Tergantikan Krisis Keamanan Menu Makanan
BGN Surati SPPG Bermasalah, Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal Ditutup hingga Tim Investigasi Mulai Bekerja
Jebakan Metana PTBA: Kontradiksi Klaim 'Hijau' di Balik Bisnis Batu Bara Raksasa
Janji Paling Hijau PLN di RUPTL 2025–2034: 16 GW Fosil Tetap Dibangun, Transisi Energi Bersih Hanya 'Angka di Atas Kertas'