Respons BGN soal Menu Ikan Hiu Diduga Penyebab Keracunan di Kalbar, Sebut Kearifan Lokal dan Tumpang Tindih Kasus Alergi

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 26 September 2025 | 16:19 WIB
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi.  (Instagram.com/@badangizinasional.ri)
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi. (Instagram.com/@badangizinasional.ri)

Redaksi88.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi kabar penggunaan ikan hiu sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menjadi penyebab keracunan 24 siswa SD Negeri 12, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Menu Kearifan Lokal untuk MBG

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa menu MBG bisa memanfaatkan pangan berbasis kearifan lokal di setiap daerah.

“Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, misalnya wilayah ini paling banyak tongkol, ya kita gunakan. Kayak hiu, di situ biasa dihidangkan,” kata Nanik kepada awak media di Bogor, Kamis, 25 September 2025.

Nanik mengungkapkan bahwa ikan hiu sudah dua kali menjadi menu MBG selama program berjalan di Benua Kayong, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Siapa Oknum Kemenag yang Terlibat Korupsi Kuota Haji 2024, Begini Kata KPK

Keracunan atau Alergi?

Dalam kesempatan itu, Nanik menegaskan bahwa makanan yang meski tergolong kearifan lokal jika menyebabkan keracunan tidak akan lagi digunakan dalam program MBG.

“Saya tegaskan kalau ada makanan yang terbukti diidentifikasi membuat keracunan, kita nggak pakai di wilayah itu sekalipun akhirnya banyak,” ujarnya.

Kemudian, Nanik juga menyinggung kemungkinan adanya tumpang tindih antara keracunan dan alergi yang dialami siswa penerima manfaat MBG.

“Alergi dan keracunan ini tumpang tindih. Tidak semua hal itu dugaan keracunan, tapi ada hal karena alergi, misalnya udang bahkan alergi mayonaise,” terangnya.

Baca Juga: Ironi Oversupply Listrik: Ketika Ribuan Desa Gelap Gulita, PLN Rugi Triliunan dan Ruang EBT Kian Sempit

Mengenai permasalahan alergi, menurut Nanik sudah diantisipasi oleh BGN dengan melakukan pendataan alergi kepada para siswa calon penerima manfaat.

“Ada catatannya, tapi ternyata mungkin ada sekolah-sekolah yang terlewat,” imbuhnya.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh BGN, kata Nanik menunjukkan tak semua kasus karena keracunan tetapi juga karena alergi.

Menu Kearifan Lokal yang Sempat Jadi Kontroversi

Di awal pelaksanaan program MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana sempat menjadi atensi publik karena melontarkan pernyataan serangga sebagai salah satu alternatif menu.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X