Redaksi88.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi kabar penggunaan ikan hiu sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menjadi penyebab keracunan 24 siswa SD Negeri 12, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Menu Kearifan Lokal untuk MBG
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa menu MBG bisa memanfaatkan pangan berbasis kearifan lokal di setiap daerah.
“Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, misalnya wilayah ini paling banyak tongkol, ya kita gunakan. Kayak hiu, di situ biasa dihidangkan,” kata Nanik kepada awak media di Bogor, Kamis, 25 September 2025.
Nanik mengungkapkan bahwa ikan hiu sudah dua kali menjadi menu MBG selama program berjalan di Benua Kayong, Kalimantan Barat.
Keracunan atau Alergi?
Dalam kesempatan itu, Nanik menegaskan bahwa makanan yang meski tergolong kearifan lokal jika menyebabkan keracunan tidak akan lagi digunakan dalam program MBG.
“Saya tegaskan kalau ada makanan yang terbukti diidentifikasi membuat keracunan, kita nggak pakai di wilayah itu sekalipun akhirnya banyak,” ujarnya.
Kemudian, Nanik juga menyinggung kemungkinan adanya tumpang tindih antara keracunan dan alergi yang dialami siswa penerima manfaat MBG.
“Alergi dan keracunan ini tumpang tindih. Tidak semua hal itu dugaan keracunan, tapi ada hal karena alergi, misalnya udang bahkan alergi mayonaise,” terangnya.
Mengenai permasalahan alergi, menurut Nanik sudah diantisipasi oleh BGN dengan melakukan pendataan alergi kepada para siswa calon penerima manfaat.
“Ada catatannya, tapi ternyata mungkin ada sekolah-sekolah yang terlewat,” imbuhnya.
Hasil investigasi yang dilakukan oleh BGN, kata Nanik menunjukkan tak semua kasus karena keracunan tetapi juga karena alergi.
Menu Kearifan Lokal yang Sempat Jadi Kontroversi
Di awal pelaksanaan program MBG, Kepala BGN Dadan Hindayana sempat menjadi atensi publik karena melontarkan pernyataan serangga sebagai salah satu alternatif menu.
Artikel Terkait
BGN Surati SPPG Bermasalah, Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal Ditutup hingga Tim Investigasi Mulai Bekerja
Jebakan Metana PTBA: Kontradiksi Klaim 'Hijau' di Balik Bisnis Batu Bara Raksasa
Janji Paling Hijau PLN di RUPTL 2025–2034: 16 GW Fosil Tetap Dibangun, Transisi Energi Bersih Hanya 'Angka di Atas Kertas'
Ironi Oversupply Listrik: Ketika Ribuan Desa Gelap Gulita, PLN Rugi Triliunan dan Ruang EBT Kian Sempit
Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Siapa Oknum Kemenag yang Terlibat Korupsi Kuota Haji 2024, Begini Kata KPK