Prabowo di Munas PKS: Sentil Koruptor Lihai Cari Celah Berbuat Licik hingga Sebut Keberhasilan Selamatkan Uang Negara untuk MBG

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 29 September 2025 | 15:02 WIB
Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025.  (Tangkapan layar YouTube PKSTV)
Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025. (Tangkapan layar YouTube PKSTV)

“Saya akan panggil Jaksa Agung dan semua penegak hukum, ternyata koruptor-koruptor itu luar biasa lihainya dan merugikan bangsa cukup parah,” katanya.

Prabowo pun menyentil praktik korupsi yang dilakukan dengan cara seolah-olah legal, padahal jelas sedang melakukan tindakan yang merugikan negara.

“Ini pinternya orang pinter, pinter nyolong,” imbuhnya.

Baca Juga: Stok BBM Masih Kosong Meski Ada Kolaborasi dengan Pertamina, Dirjen Migas Surati SPBU Swasta

Korupsi adalah Perampokan Sistemik

Dalam tindakan korupsi tersebut, kata Prabowo adalah bentuk dari perampokan sistemik.

“Sistem yang dibuat dan kelengahan elite kita selama ini, sehingga kekayaan kita terkeruk,” ucapnya.

Prabowo kemudian mengklaim bahwa ada pihak yang tersinggung dengan caranya memberantas korupsi dan menyebut investigasi kasus kerusuhan demo Agustus 2025 ada indikasi keterlibatan pihak tertentu untuk membuat gaduh.

“Mereka ingin menghentikan pembangunan dan kebangkitan ekonomi Indonesia, mereka ingin meneruskan paradoks yang kita alami sekarang. Kekayaan begitu besar hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, ini yang akan saya lawan,” tegasnya.

Baca Juga: Update Kasus Keracunan MBG: Dapur SPPG Ditutup Sementara, Pemerintah Wajibkan Sertifikat Higienis

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh partai politik di Indonesia untuk bersama-sama ikut dalam pemberantasan korupsi.

Selamatkan Uang Negara untuk Pelaksanaan MBG

Dengan pidato yang menggebu-gebu, Prabowo mengklaim bahwa sudah menyelamatkan uang negara sedikitnya Rp300 triliun yang kemudian digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis, sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat anak dan ibu-ibu hamil, tiap hari menerima makanan,” ucapnya.

“Ada kekurangan, iya. Ada keracunan makan, iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen. Ini tidak membuat kita puas, tapi namanya usaha manusia yang demikian besar, yang belum pernah dilaksanakan, saya kira dalam sejarah dunia,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X