“Jadi, yang kalian ambil hak-hak anak saya dari kerja keras mereka,” tegas Uya.
Luka yang Tak Mudah Pulih
Setelah lewat dari satu bulan insiden penjarahan itu terjadi, rumah Uya Kuya tak ubahnya saksi bisu dari gelombang kemarahan para oknum massa yang tak terkendali pada akhir Agustus 2025 lalu.
Lebih dari sekadar kerugian finansial, Uya bahkan mengakui pengalaman ini meninggalkan luka psikologis yang sulit disembuhkan.
Di sisi lain, Uya dan Astrid berharap agar peristiwa ini menjadi pengingat aksi demonstrasi seharusnya tidak berubah menjadi ajang perusakan dan penjarahan yang merugikan masyarakat.***
Artikel Terkait
Update Kasus Keracunan MBG: Dapur SPPG Ditutup Sementara, Pemerintah Wajibkan Sertifikat Higienis
Stok BBM Masih Kosong Meski Ada Kolaborasi dengan Pertamina, Dirjen Migas Surati SPBU Swasta
Makna di Balik Slogan PU 608, Kompas Baru Kementerian Pekerjaan Umum
Strategi Kemenkes Turut Awasi Program MBG: Wajibkan SPPG Punya SLHS hingga Gerakkan UKS
Prabowo di Munas PKS: Sentil Koruptor Lihai Cari Celah Berbuat Licik hingga Sebut Keberhasilan Selamatkan Uang Negara untuk MBG