REDAKSI88.com - Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menarik perhatian berbagai pihak.
Dengan target 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025 dan anggaran triliunan rupiah, program ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk dilaksanakan secara optimal.
Dalam perjalanannya, program MBG semakin menuai sorotan setelah sejumlah kasus keracunan terjadi di berbagai daerah, bahkan beberapa di antaranya berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga banyak pihak meminta program ini dihentikan.
Meskipun banyak desakan untuk menghentikan MBG, pemerintah tampaknya akan melanjutkan program prioritas ini.
Terbaru, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penghentian program dan mengungkapkan optimisme bahwa MBG dapat memberikan banyak manfaat.
Luhut: Ada Kekurangan tapi Ada Perbaikan
Menanggapi desakan penghentian MBG, Luhut justru menegaskan bahwa program ini merupakan program yang bagus dan membutuhkan proses dalam pelaksanaannya.
“Ya nggak usah dihentikan, kita lihatnya bagus kok, apanya yang dihentikan, kan memulainya ini yang jadi masalah. Kita kadang-kadang tuh pengin cepat buahnya seperti gigit cabai langsung pedes, ya nggak bisa gitu,” ujar Luhut usai bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di kantor DEN, Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Meski mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaannya, Luhut menekankan pentingnya perbaikan untuk membuat program ini lebih baik.
“Yang penting prosesnya kita lihat bagus, jalan, kalau kurang di sana-sini ya kita perbaikin, jangan juga terus pesimis kalau ada kurang,” imbuhnya.
Mengenai kasus keracunan yang belakangan sering terjadi, Luhut menyatakan keprihatinannya namun tetap menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan.
“Kita sangat prihatin dengan kejadian-kejadian keracunan kemarin, tapi proses perbaikan semua sekarang berjalan,” tuturnya.
“Kita paham, mungkin masih ya barang barulah, tapi saya lihat data-data tadi oke. Jangan terlalu pesimis lah, bangsa kita bangsa besar, jadi nggak usah terlalu (pesimis). Barang baru pasti ada di sana-sini kekurangannya apa,” paparnya.
Ketua DPR RI Minta Evaluasi Total MBG
Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa program MBG harus dievaluasi secara menyeluruh, terlebih setelah maraknya kasus keracunan.
“Terkait dengan MBG tentu saja karena ini kepentingannya untuk anak-anak generasi penerus bangsa, bahkan Bapak Presiden pun sudah menyampaikan bahwa ini satu program yang sangat penting bagaimana kemudian meningkatkan gizi seluruh anak Indonesia,” ujar Puan kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Sorotan Kasus Deddy Corbuzier: Begini Aturan Sidang Tertutup Perceraian dalam UU No. 7 Tahun 1989
Melihat Progres IKN Menuju Ibu Kota Politik 2028, Laporan Basuki Hadimuljono ke Istana hingga Dukungan Pembiayaan dari Kemenkeu
Marak Rokok Ilegal, Menkeu Purbaya Gulirkan Wacana Pemutihan Produsen Kecil di Tengah Upaya Reformasi Cukai
Update Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, BNPB Ungkap 14 Santri Tewas dan 49 Masih Hilang
Aksi Tagih-tagih 'Mata Elang' di Tangerang Berujung Cekcok dengan Polisi, Tambah Daftar Kasus Serupa yang Bikin Resah Warga
Di Balik Evakuasi Korban Insiden Al Khoziny: Ini Risiko Runtuhan ‘Pancake’ seperti Kasus Ambruknya WTC pada 2001