Menhan Sjafrie Ungkap Pesan Prabowo usai Bertemu Jokowi Selama 2 Jam

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 21:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyambut Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya.  (presiden.go.id)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyambut Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya. (presiden.go.id)

REDAKSI88.com - Sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), suasana politik ibu kota menghangat.

Di balik tembok tinggi kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berlangsung pertemuan dua tokoh besar bangsa yakni Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto dan pendahulunya, Presiden ke 7 Joko Widodo.

Sabtu siang, 4 Oktober 2025, kedua pemimpin itu berbincang selama hampir dua jam dalam suasana tertutup. Tidak ada konferensi pers, tidak pula pernyataan resmi.

Namun, getar politik dari pertemuan itu segera merambat ke ruang publik, menimbulkan beragam tafsir tentang maknanya yang melampaui sekadar silaturahmi biasa.

Baca Juga: Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Cermin Ironi Nilai Antikorupsi yang Pernah Dijunjung Nadiem Makarim

Menteri Pertahanan/Menhan Sjafrie Sjamsoeddin membenarkan adanya pertemuan tersebut setelah menghadiri doa bersama menjelang HUT TNI di kawasan Monas.

“Iya, sebelumnya,” ujar Sjafrie singkat kepada awak media, sembari menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo berfokus pada pentingnya menjaga persatuan nasional.

“Beliau berpesan agar kita terus bersatu. TNI adalah tentaranya rakyat, rakyat adalah miliknya TNI,” ucapnya.

Pesan ini menggambarkan bahwa Prabowo ingin menegaskan peran TNI bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, melainkan juga perekat kebangsaan, terutama di tengah masa transisi pemerintahan yang sedang mencari keseimbangan baru.

Baca Juga: Sentilan Menkeu Purbaya soal Malas-malasan Bangun Kilang Minyak, Menteri ESDM Bahlil hingga Pertamina Buka Suara

Kehadiran Joko Widodo di kediaman Prabowo menegaskan simbol kesinambungan kepemimpinan nasional. Keduanya memiliki hubungan historis panjang, rivalitas yang berubah menjadi kolaborasi, dan kini menjelma menjadi babak baru persahabatan politik yang sarat pesan persatuan.

Pertemuan yang berlangsung tepat menjelang hari besar TNI menambah bobot simboliknya. Di tengah langkah Prabowo mengonsolidasikan arah kebijakan pertahanan nasional, silaturahmi ini seolah menjadi peneguhan bahwa stabilitas politik dan militer Indonesia masih berada di rel yang sama menjaga kedaulatan dan harmoni bangsa.

Ajudan Presiden Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa pertemuan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

“Pertemuan berjalan baik,” ujarnya singkat tanpa menambahkan detail lain.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X