REDAKSI88.com - Selain pernyataannya mengenai harga gas LPG 3 kilogram, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi sorotan terkait pembangunan kilang minyak.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada 30 September 2025, Menkeu Purbaya menyebut Pertamina "malas-malasan" dalam membangun kilang minyak baru.
Pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh PT Pertamina yang menyatakan sedang dalam proses pembangunan kilang minyak. Bahkan, Pertamina mengklaim proyek pembangunan kilang minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan telah hampir selesai pengerjaannya.
Baca Juga: Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun
“Kilang di Balikpapan sedang dibangun, akan segera selesai,” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, kepada wartawan di Jakarta pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurut Agung, dengan tambahan kilang baru yang progres pembangunannya telah mencapai 96 persen tersebut, produksi minyak Pertamina akan meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Dengan pembangunan yang hampir rampung itu, Agung menyatakan kemungkinan kilang tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini.
Bisnis Kilang Minyak Butuh Investasi Besar
Lebih lanjut, Agung menjabarkan bahwa bisnis kilang minyak selalu membutuhkan investasi besar seiring dengan tingginya risiko yang dihadapi.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi global bisnis kilang semakin efisien dengan biaya yang semakin kompetitif, sehingga berpotensi membuat kilang yang gagal berkompetisi tutup atau berhenti beroperasi.
“Pertamina menjalankan dorongan dari pemerintah dengan hati-hati,” imbuhnya.
Baca Juga: Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande: Telisik Akar Masalah demi Jawab Keresahan Warga
Bahlil: Kementerian ESDM untuk Pengawasan
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia telah buka suara mengenai pernyataan Purbaya. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia enggan menanggapi lebih jauh dan mengingatkan bahwa kementeriannya hanya bertugas melakukan pengawasan.
“Saya tidak mau mengomentari pernyataan orang lain, silakan ditanyakan kepada orang yang mengomentari,” ucap Bahlil kepada wartawan di Kantor BPH Migas pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Aksi Tagih-tagih 'Mata Elang' di Tangerang Berujung Cekcok dengan Polisi, Tambah Daftar Kasus Serupa yang Bikin Resah Warga
Di Balik Evakuasi Korban Insiden Al Khoziny: Ini Risiko Runtuhan ‘Pancake’ seperti Kasus Ambruknya WTC pada 2001
MBG Didesak Berhenti di Tengah Jalan, Kemendikdasmen hingga DEN Setujui Program Baik yang Butuh Evaluasi
Bayang-bayang Paparan Radioaktif Cs-137 di Cikande: Telisik Akar Masalah demi Jawab Keresahan Warga
Kisah Haru Korban Selamat dari Ambruknya Beton Ponpes Al Khoziny: Salat di Bawah Puing, Mengira Hanya Tertidur Pulas
Praperadilan Panas Nadiem Makarim: dari Dukungan 12 Tokoh hingga Blunder Kerugian Rp1,98 Triliun