Redaksi88.com – Kasus dugaan peredaran narkoba yang melibatkan artis Ammar Zoni menarik perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Komisi XIII DPR berencana membentuk panitia kerja (panja) yang bertugas melakukan pengawasan terhadap lembaga pemasyarakatan (lapas).
Menurut DPR, kasus Ammar Zoni perlu menjadi perhatian serius karena tindak pidana narkoba tersebut terjadi di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, dan sudah berulang kali terjadi.
Baca Juga: Belajar Data Sejak Dini Jadi Modal Utama Hadapi Dunia Kerja di Era Digital
Peristiwa yang Terus Terulang
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa kasus narkoba di lapas sudah berulang kali terjadi, sehingga dibutuhkan asesmen.
Nantinya, kata Andreas hal itu untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab orang-orang di dalam lapas tak kapok untuk berurusan dengan barang haram tersebut.
“Ya kami minta untuk dilaksanakan panja. Iya yang Ammar Zoni, karena peristiwa ini kan berulang terus, kan saya sempat menyampaikan perlu ada asesmen yang menyeluruh gitu, soal kenapa peristiwa-peristiwa seperti ini terjadi,” kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Oktober 2025.
Baca Juga: Venezuela Tegaskan Komitmen Perdamaian, Ajak Media Dunia Tak Terjebak Propaganda
CCTV Rusak dan Dugaan ‘Permainan Orang Dalam’
Lebih lanjut, Andreas mengungkap adanya laporan mengenai lemahnya sistem pengawasan di sejumlah lapas.
Salah satunya, kondisi di mana satu petugas harus mengawasi hingga 40 tahanan, ditambah kerusakan kamera pengawas (CCTV) yang membuat kontrol keamanan semakin longgar.
“Bahwa ketika peristiwa ini terjadi, selalu mereka bilang ini CCTV-nya enggak berjalan gitu,” ujar Andreas.
Baca Juga: Warga Hilang di Ulok Kupai Ditemukan Meninggal di Sungai Lelangi
Di sisi lain, Ia juga menduga adanya keterlibatan pihak internal lapas dalam memuluskan peredaran narkoba di dalam penjara.
“Tapi itu pasti ada permainan dari luar dan dari dalam. Kami aja, kami aja masuk ke lapas harus diperiksa habis. Kok bisa barang itu bisa ada di dalam kan,” tambahnya.
Artikel Terkait
Melihat Visi Baru Prabowo untuk BUMN: Efisiensi Nasional dengan Sentuhan Talenta Asing
Rosan Roeslani Yakin Target Ekonomi 8 Persen Tercapai, Sebut Investasi Jadi Kunci
Sebut Belum Ada Tersangka, KPK Tegaskan Tak Ada Intervensi Polisi dalam Kasus Kuota Haji
Uji Coba Bansos Digital di Banyuwangi Jadi Tolak Ukur Peluncuran Nasional Tahun Depan
Venezuela Tegaskan Komitmen Perdamaian, Ajak Media Dunia Tak Terjebak Propaganda