Danantara Siap Gandeng Pemerintah dalam Negosiasi dengan China, Menkeu Purbaya Beri Tanggapan Tegas Begini

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 14:47 WIB
Danantara ungkap bakal pergi ke China untuk membahas skema pembayaran utang Whoosh.  (Instagram.com/@keretacepat_id)
Danantara ungkap bakal pergi ke China untuk membahas skema pembayaran utang Whoosh. (Instagram.com/@keretacepat_id)

Redaksi88.com – Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, kembali buka suara terkait polemik utang besar proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh yang belakangan ramai menjadi perbincangan.

Dony mengatakan bahwa Danantara bersama pemerintah masih terus melakukan negosiasi dengan China terkait utang tersebut dan meyakinkan masyarakat tentang manfaat yang diberikan oleh pengadaan Whoosh ini.

“Masyarakat nggak usah khawatir, bahwa Whoosh ini kan memberikan manfaat banyak ya, terutama sekali transportasi,” ujar Dony kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis, 23 Oktober 2025.

Baca Juga: Soal Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung, China Sebut Proyek Beri Dampak Positif Ekonomi Indonesia

Menurutnya, saat ini jumlah penumpang Whoosh terus meningkat seiring perbaikan layanan. 

“Sehari itu sekarang kurang lebih 20–30 ribu penumpang yang kita layani dan itu akan terus kita tingkatkan kualitas pelayanannya,” imbuhnya.

Ia menegaskan, angka tersebut menjadi bukti bahwa operasional Whoosh berjalan positif dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Bocoran Negosiasi Danantara dengan China

Terkait persoalan utang, Dony menilai operasional dan manajemen yang telah berjalan baik menjadi alasan masyarakat tidak perlu khawatir.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Danantara bersama pemerintah akan kembali ke China untuk melanjutkan pembahasan mengenai restrukturisasi utang, termasuk rencana pembayaran jangka panjang hingga 60 tahun.

Baca Juga: Prabowo Sambut Hangat Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Bicara Kekaguman Pimpin Brasil 3 Periode

“Kita terus bernegosiasi, kami akan berangkat (ke China) lagi juga untuk menegosiasikan mengenai term dari pinjamannya,” kata Dony.

“Ini menjadi point of negotiation kita, berkaitan sama jangka waktu pinjaman, suku bunga kemudian ada beberapa mata uang yang akan kita diskusikan dengan mereka,” jelasnya.

Targetkan Kesepakatan Rampung di 2025

Dony mengaku setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu masih dikaji mana yang akan dipilih oleh Danantara.

“Akan kita pelajari dan kita negosiasikan untuk memberikan manfaat terbanyak untuk kita, kurang lebih begitu,” tambahnya. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X