"Magelang telah dikenal sebagai daerah perjuangan di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro, diapit oleh lima gunung. Tradisi keberanian, heroisme, dan cinta Tanah Air hidup di sini. Aura itu yang saya harapkan terwariskan pada tim kabinet kita," tambah Prabowo.
Dalam sidang yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya keberanian para menteri untuk berani bertindak tegas demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengkritik birokrasi yang terkadang justru mempersulit rakyat, bukan mempermudah. "Ada yang bilang, kalau bisa dibikin sulit, kenapa harus dibikin mudah. Sekarang saya minta para menteri lebih berani, tak ragu-ragu memberi pelayanan terbaik untuk rakyat kita."
Baca Juga: Pengamat: Pengarahan Prabowo di Rapat Kabinet Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
Sebagai pemimpin tegas, Prabowo tidak segan memberi peringatan keras kepada anggota kabinetnya. "Jika Anda tidak puas dengan bawahan Anda, laporkan. Kita ganti segera. Banyak orang yang siap mengabdi. Tidak ada yang kebal di sini. Jika tidak patuh atau tidak bekerja keras untuk bangsa, saya beri wewenang untuk mencopotnya dan suruh tinggal di rumah."
Prabowo menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara harus diutamakan, tanpa pengecualian. Dengan keberanian yang dihidupkan kembali di Magelang, Prabowo siap memimpin Kabinet Merah Putih menuju pengabdian yang tulus bagi Indonesia.***
Artikel Terkait
Zita Anjani: Sosok Pemimpin Muda di Pemerintahan Prabowo, Antara Prestasi dan Ujian Kontroversi
Sritex: Jejak Kejayaan, Kontroversi, dan Kejatuhan di Tengah Guncangan Global
Penasihat Prabowo Menjembatani Urusan Strategis di Berbagai Sektor, Siapa Sajakah Mereka?
Sejarah Sritex: Dari Pasar Tradisional ke Pentas Global dan Diambang Kepailitan
Asmujiono: Kisah Prajurit yang Diterima Prabowo Meski Gagal Uji Tinggi Badan, Kini Sujud Syukur Melihat Mantan Atasannya Dilantik sebagai Presiden
Siswa Penerima Makan Bergizi Gratis Titip Surat untuk Prabowo-Gibran, Isinya Doa yang Tulus