Pengamanan jalur penyeberangan Merak-Bakauheni akan menjadi fokus utama. Pasalnya, pelabuhan ini kerap mengalami lonjakan penumpang saat libur Nataru.
Untuk mengantisipasi hal itu, pengaturan lalu lintas, pengamanan kapal penyeberangan, dan pemantauan arus kendaraan akan diperketat.
Prediksi Kerawanan dan Langkah Antisipasi
Berdasarkan evaluasi pengamanan Nataru tahun sebelumnya, Polda Lampung mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kejahatan jalanan, hingga tindak kriminalitas di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, patroli rutin dan pengamanan berbasis quick response akan diperkuat di lokasi-lokasi rawan.
“Patroli akan kita intensifkan. Tempat-tempat rawan kejahatan dan kemacetan menjadi perhatian utama. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” kata Irjen Helmy.
Kapolda juga menekankan bahwa kesiapsiagaan personel tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan elemen masyarakat.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama libur Nataru.***
Artikel Terkait
Bengkulu Termasuk ke Top-9 Provinsi dengan SDM Paling Maju di Luar Jawa
KPK Geledah Kantor Pusat BI di Jakarta, Gubernur Bank Indonesia Respon Tudingan Korupsi CSR
Gus Rivqy Abdul Halim: Anggota DPR RI yang Menghidupkan Aspirasi Masyarakat Lumajang Lewat Silaturahmi
Jadi Pembicara BRI CoreLab di UIN Raden Fatah Palembang, CEO Promedia Ungkap Perjalanan 17 Tahun Kariernya Jadi Jurnalis!
Duel Kiper Elite: Banding Nilai Pasar dan Pengalaman Maarten Paes vs Emil Audero, Potensi Tambahan Kekuatan Garuda!