Meskipun Google bukan penyedia data finansial utama, tetap diperlukan mekanisme verifikasi yang ketat untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.
Jika hal seperti ini terjadi berulang kali dan tidak segera diperbaiki, Google berisiko dianggap lalai dalam menyajikan informasi yang akurat kepada publik.
"Dalam era digital saat ini, penyebaran berita palsu atau informasi yang salah dapat menimbulkan ketidakstabilan di berbagai sektor. Oleh karena itu, penting bagi platform digital untuk meningkatkan pengawasan dan akurasi data yang disediakan,” tegas Pratama.***
Artikel Terkait
Tragedi di Bengkulu Utara, Petani Tewas Dibacok Sahabatnya Sendiri
Mulai 1 Februari, Gas Elpiji 3 Kg Tidak Lagi Dijual di Pengecer, Lalu Bisa Beli di Mana?
Raffi Ahmad dari Selebriti ke Pengusaha Sukses, Segini Harta Kekayaan yang Dilaporkan ke LHKPN
Prabowo Terima Kunjungan Kerja Menhan Prancis, Bahas Tantangan Geostrategis dan Kerja Sama Pertahanan
SPMB 2025 Gunakan Sistem Rayon, Siswa Bisa Daftar ke Sekolah di Provinsi Lain
Pelaku Pembunuhan di Bengkulu Utara Berhasil Diringkus, Motif Masih Misteri