Salah satu poin yang menarik perhatian adalah dugaan permainan anggaran dalam pengadaan nasi kotak. Wenny mengklaim bahwa ada praktik mark up dalam pembelian makanan, yang sering kali dijadikan celah dalam penggelembungan dana di berbagai instansi pemerintahan dan BUMN.
Meskipun ia tidak menyebut secara eksplisit siapa yang dimaksud, banyak netizen berspekulasi bahwa sindiran ini mengarah pada oknum pegawai yang terlibat dalam manipulasi anggaran perusahaan.
Pamer Penghasilan Ratusan Juta
Usai dipecat, Wenny tampaknya tak gentar. Ia justru semakin aktif di media sosial, sering mengunggah video dengan gaya satir dan menyindir.
Dalam salah satu videonya di Instagram, ia bercanda soal istilah "kaum rakyat julitur" sambil memamerkan makanan.
"Kalian ini kan kaum-kaum rakyat julitur, nah, kalian pasti ingin yang bagus. Nih, ada kue honorer," ujarnya.
Tak hanya itu, pada unggahan terbaru di akun TikTok @ibu.suri.wakanda2, Sabtu 8 Februari 2025, Wenny memamerkan penghasilannya yang diklaim mencapai ratusan juta rupiah.
"Gaji 10 juta??? Penghasilan ratusan juta," tulisnya.
Ia pun menegaskan bahwa pendapatannya bukan berasal dari praktik mark up, seolah menyindir pihak lain yang diduga terlibat dalam permainan anggaran.
"Maaf kita nyari uang gak mark up bon nasi kotak pagi malam," tambahnya.
Meski tidak tahu pasti siapa yang disindir, namun banyak yang menduga bahwa Wenny menyindir pegawai lain yang melakukan mark up untuk nota atau anggaran kantor.***
Artikel Terkait
Rakernas SIWO PWI 2025: Sumut, Banten, dan NTB Calonkan Diri sebagai Tuan Rumah Porwanas 2027
Hari-Hari Besar Sepanjang Kalender Islam Bulan Februari 2025
Malaysia Klaim Kemungkinan Penyelidikan Penyelundupan Narkoba dan Senjata dalam Kasus Penembakan 5 WNI, Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Indikasi
Finalisasi PPDS untuk SNBP 2025 Diundur 4 Kali, Sekolah Lalai Input Data, Siswa Dirugikan
Warisan Rp1,3 Triliun Barbie Hsu, DJ Koo Serahkan Bagian untuk Ibu Mertua dan Berjanji Lindungi Harta Anak Sambungnya
Polri dan Kemenhan Tak Tersentuh Pemangkasan, Arah Baru Efisiensi Anggaran Prabowo