Kang Gobang 'Preman Pensiun' Meninggal Diduga Karena Angin Duduk, Kenali Gejalanya

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 10 Februari 2025 | 20:18 WIB
Kang Gobang Diduga Meninggal karena Penyakit Angin Duduk, Ini Cara Mengatasinya. (Instagram.com/adhitiayudisthira)
Kang Gobang Diduga Meninggal karena Penyakit Angin Duduk, Ini Cara Mengatasinya. (Instagram.com/adhitiayudisthira)

REDAKSI88.com, JAKARTA– Dunia hiburan Indonesia berduka atas meninggalnya Ari Jamasari, aktor yang dikenal sebagai Kang Gobang dalam serial Preman Pensiun.

Ari Jamasari menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 7 Februari 2025, pukul 02.00 WIB, di tengah persiapan produksi Preman Pensiun 9.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh rekannya, Andra Manihot (pemeran Dikdik), yang menyebut bahwa Ari diduga meninggal akibat "angin duduk."

Sebelum berpulang, Ari mengalami muntah-muntah, yang sering kali menjadi salah satu tanda kondisi angina pectoris, istilah medis yang sering dikaitkan dengan angin duduk.

Baca Juga: Harga Asli Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp42.750 per Tabung, Siapa yang Menanggung Selisihnya?

Apa Itu Angin Duduk?

Secara medis, "angin duduk" bukanlah istilah resmi. Dalam dunia kesehatan, kondisi ini lebih dikenal sebagai angina pectoris, yang terjadi akibat kurangnya pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung.

Menurut American Heart Association, angina pectoris dapat terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan, stres emosional, suhu ekstrem, merokok dan konsumsi makanan berat.

Jika tidak ditangani dengan cepat, angina dapat berkembang menjadi serangan jantung, sebagaimana dikutip dari Mayo Clinic.

Baca Juga: Setelah Dipecat, Wenny Bongkar Dugaan Korupsi di PT Timah, Sindiran Tajam ke Petinggi BUMN dan KPK

Gejala Angin Duduk yang Kerap Diabaikan

Beberapa tanda angina pectoris yang sering dikaitkan dengan angin duduk, antara lain, nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri menjalar ke bahu, lengan kiri, leher, atau punggung, sesak napas, pusing atau kepala terasa ringan, mual dan muntah serta kelelahan ekstrem.

Menurut Healthline, mual dan muntah bisa menjadi tanda awal angina, tetapi sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau perut kembung.

Nyeri dada yang berlangsung kurang dari lima menit biasanya dapat mereda dengan istirahat atau obat jantung. Namun, jika tidak kunjung hilang setelah tiga menit, kondisi ini bisa mengarah ke serangan jantung.

Baca Juga: Polri dan Kemenhan Tak Tersentuh Pemangkasan, Arah Baru Efisiensi Anggaran Prabowo

Cara Mengatasi Gejala Angin Duduk

Jika mengalami gejala angina pectoris, berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan:

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X