REDAKSI88.com, JAKARTA - Dwi Citra Weni, atau yang lebih dikenal sebagai Wenny Myzon, kembali menggegerkan publik.
Setelah dipecat dari PT Timah Tbk akibat unggahan kontroversialnya yang menghina pekerja honorer dan pengguna BPJS Kesehatan, kini ia justru membuka tabir dugaan skandal korupsi di tubuh perusahaan BUMN tersebut.
Melalui akun TikTok pribadinya @wennymyzon1, Wenny mengklaim bahwa salah satu petinggi PT Timah yang berusaha menyingkirkannya justru memiliki rekam jejak dalam praktik korupsi yang diduga mendapat perlindungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Cie-cie, Ketahuan Deh!"
Dalam unggahannya pada Jumat, 7 Februari 2025, Wenny secara terang-terangan menyebut ada upaya sistematis untuk menyingkirkannya, mulai dari penggiringan opini oleh media hingga keterlibatan pihak tertentu dalam Layanan Masyarakat Turun (Lamtur).
"Cie-cie berusaha banget menumbangkan saya, dari membayar wartawan buat berita menggiring opini 'hororer' menjadi 'honorer', dan sekarang ketahuan deh nge-up ke Lamtur," tulisnya.
Sindiran ini seolah menegaskan bahwa ada pihak yang mencoba menciptakan narasi negatif terhadap dirinya guna mengalihkan perhatian dari isu yang lebih besar.
Baca Juga: Polri dan Kemenhan Tak Tersentuh Pemangkasan, Arah Baru Efisiensi Anggaran Prabowo
Sindiran ke KPK dan Skandal Barang Mewah
Wenny tidak berhenti di situ. Ia juga menyinggung keberadaan "saudara" di KPK yang diduga melindungi petinggi BUMN tersebut.
"Nanti video sepatu, tas yang katanya KW saya post gimana? Ups, lupa punya saudara di KPK ya. Gapapa, setidaknya masyarakat tau kalau selama ini dikibul," lanjutnya.
Ia menyoroti bagaimana aset mewah seperti tas dan sepatu bermerek diduga diklaim sebagai barang tiruan (KW) untuk menghindari pemeriksaan kekayaan.
Baca Juga: Rakernas SIWO PWI 2025: Sumut, Banten, dan NTB Calonkan Diri sebagai Tuan Rumah Porwanas 2027
Tak hanya itu, Wenny juga menyebut sumber dugaan korupsi berasal dari proyek pengadaan, di mana praktik mark up disebut sebagai modus utama.
"Kalau aku hina-hina gini nggak pernah ngibul orang, apalagi makan duit-duit proyek pengadaan," tambahnya.
Artikel Terkait
Rakernas SIWO PWI 2025: Sumut, Banten, dan NTB Calonkan Diri sebagai Tuan Rumah Porwanas 2027
Hari-Hari Besar Sepanjang Kalender Islam Bulan Februari 2025
Malaysia Klaim Kemungkinan Penyelidikan Penyelundupan Narkoba dan Senjata dalam Kasus Penembakan 5 WNI, Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Indikasi
Finalisasi PPDS untuk SNBP 2025 Diundur 4 Kali, Sekolah Lalai Input Data, Siswa Dirugikan
Warisan Rp1,3 Triliun Barbie Hsu, DJ Koo Serahkan Bagian untuk Ibu Mertua dan Berjanji Lindungi Harta Anak Sambungnya
Polri dan Kemenhan Tak Tersentuh Pemangkasan, Arah Baru Efisiensi Anggaran Prabowo