REDAKSI88.com, LAMSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mengambil langkah nyata dalam menangani banjir dengan menggandeng berbagai pihak terkait guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.
Sebagai bentuk aksi konkret, Pemkab Lampung Selatan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung serta DPRD Provinsi Lampung untuk merevitalisasi tanggul yang rusak akibat banjir.
Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda permukiman warga dan lahan pertanian di Kabupaten Lampung Selatan, memicu keprihatinan dari berbagai pihak.
Salah satu faktor utama penyebab banjir adalah jebolnya tanggul di empat desa, yaitu Desa Bandan Hurip, Desa Palas Pasemah, Desa Pematang Baru, dan Desa Sukaraja, yang merendam ribuan hektare sawah.
Baca Juga: Suhu Terpanas di Luar Prediksi, Ilmuwan Bingung dan Ungkap Iklim di Indonesia
Sebagai respons cepat, Pemkab Lampung Selatan bekerja sama dengan BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung dengan mengerahkan lima excavator guna memperbaiki tanggul yang jebol.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, bersama anggota DPRD Lampung, Lesty Putri Utami dan Aribun Sayunis, serta perwakilan BBWS, turun langsung ke lokasi terdampak.
Mereka didampingi oleh sejumlah pejabat utama dan kepala perangkat daerah terkait yang turut memantau proses revitalisasi guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana dan segera rampung.
Meski cuaca terik, rombongan tetap bergerak cepat untuk memastikan bahwa proses perbaikan berjalan efektif, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa ancaman banjir yang lebih parah.
Baca Juga: Tak Perlu Daftar Online, Masyarakat Bisa Langsung ke Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis
"Pemerintah hadir untuk rakyat. Pemerintah akan bertanggung jawab untuk memastikan semua perbaikan ini berjalan agar proses bertani masyarakat dapat kembali dilanjutkan," ujar Intji, Selasa (11/2/2025).
Selain perbaikan tanggul di area persawahan, Pemkab Lampung Selatan juga mendirikan posko kesehatan dan tenda pengungsian di Desa Bandan Hurip untuk membantu warga terdampak banjir.
"Ini yang menjadi perhatian kita. Beberapa permukiman di Desa Bandan Hurip masih terendam banjir. Oleh karena itu, posko kesehatan dan pengungsian kami siapkan untuk memastikan kesehatan masyarakat," tambah Intji.
Tidak hanya di Kecamatan Palas, pengerahan alat berat juga dilakukan di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, guna menangani dampak banjir yang meluas hingga ke permukiman dan tempat wisata.
Artikel Terkait
Setelah Dipecat, Wenny Bongkar Dugaan Korupsi di PT Timah, Sindiran Tajam ke Petinggi BUMN dan KPK
Harga Asli Gas Elpiji 3 Kg Tembus Rp42.750 per Tabung, Siapa yang Menanggung Selisihnya?
Kang Gobang 'Preman Pensiun' Meninggal Diduga Karena Angin Duduk, Kenali Gejalanya
Bahlil Lahadalia Kembali Atur Pembelian LPG 3 Kg untuk UMKM dengan Syarat Izin Usaha
Tak Perlu Daftar Online, Masyarakat Bisa Langsung ke Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis
Suhu Terpanas di Luar Prediksi, Ilmuwan Bingung dan Ungkap Iklim di Indonesia