Redaksi88.com – Indonesia sempat gempar ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis pada 18 Maret 2025.
Situasi ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham setelah IHSG terpuruk hingga 5 Persen.
Merespons gejolak pasar modal, Presiden Prabowo Subianto bersikap blak-blakan. Ia mengaku tidak khawatir dan tetap optimis akan kekuatan fundamental Indonesia.
"Pasar modal itu adalah pasar ya, pasar saham itu dipengaruhi oleh mekanisme pasar, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, iya kan?" ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan 7 pemimpin media nasional di Hambalang, yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin (7 April 2025).
Prabowo menjelaskan perbedaan antara investasi saham dan direct investment, "Orang yang masuk pasar saham dia itu cari untung secepat-cepatnya” tambahnya.
“Ini kalau kita bedakan dengan direct investment, bedanya adalah saham cari untung cepat, kalau ini (direct investment), dia punya rencana ‘saya bikin pabrik, bahan bakunya ini," ujar prabowo lagi.
Ia mencontohkan, "Bahan baku bauksit lah, nikel lah, bahan baku batu bara lah. Ini bahan baku, ini pabrik, ini distribusi, marketing, ini untung saya 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun. Jadi kita bedakan," jelasnya menambahkan.
Prabowo kemudian mengklaim kalau Indonesia memiliki fundamental yang kuat.
Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di pasar saham, kemudian akan melakukan investasi.
"Orang selalu bicara kalau pasar saham jatuh, kalau pasar saham naik orang diem, iya kan?” tambahnya.
“Waktu sempat beberapa hari yang lalu kan turun ‘wow wow wo,’ ya kan, ekonomi Indonesia kacau, gelap, Prabowo gagal blablabla, begitu beberapa hari naik lagi diam, nggak ada yang komentar," ungkapnya.
Baca Juga: Bansos PIP April 2025 Siap Dicairkan, Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Status Penerima Disini!