IHSG Anjlok 5 Persen, Prabowo: Saya Nggak Terlalu Takut Sama Pasar Modal, karena Indonesia Punya Kekuatan

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 8 April 2025 | 13:00 WIB
Presiden Prabowo saat konferensi pers usai rapat kabinet di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat konferensi pers usai rapat kabinet di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Redaksi88.com  – Indonesia sempat gempar ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis pada 18 Maret 2025. 

Situasi ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham setelah IHSG terpuruk hingga 5 Persen.

Merespons gejolak pasar modal, Presiden Prabowo Subianto bersikap blak-blakan. Ia mengaku tidak khawatir dan tetap optimis akan kekuatan fundamental Indonesia. 

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Rincian Gaji PPPK 2025, Ini Daftar Lengkapnya Berdasarkan Pendidikan dan Golongan

"Pasar modal itu adalah pasar ya, pasar saham itu dipengaruhi oleh mekanisme pasar, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, iya kan?" ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan 7 pemimpin media nasional di Hambalang, yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin (7 April 2025).

Prabowo menjelaskan perbedaan antara investasi saham dan direct investment, "Orang yang masuk pasar saham dia itu cari untung secepat-cepatnya” tambahnya.

“Ini kalau kita bedakan dengan direct investment, bedanya adalah saham cari untung cepat, kalau ini (direct investment), dia punya rencana ‘saya bikin pabrik, bahan bakunya ini," ujar prabowo lagi.

Baca Juga: Klaim Baru Pengacara Lisa Mariana: Ridwan Kamil Diduga Hindari Komunikasi Langsung Setelah Tahu Kehamilan, Gunakan Ajudan

Ia mencontohkan, "Bahan baku bauksit lah, nikel lah, bahan baku batu bara lah. Ini bahan baku, ini pabrik, ini distribusi, marketing, ini untung saya 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun. Jadi kita bedakan," jelasnya menambahkan.

Prabowo kemudian mengklaim kalau Indonesia memiliki fundamental yang kuat.

Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di pasar saham, kemudian akan melakukan investasi.

"Orang selalu bicara kalau pasar saham jatuh, kalau pasar saham naik orang diem, iya kan?” tambahnya.

“Waktu sempat beberapa hari yang lalu kan turun ‘wow wow wo,’ ya kan, ekonomi Indonesia kacau, gelap, Prabowo gagal blablabla, begitu beberapa hari naik lagi diam, nggak ada yang komentar," ungkapnya.

Baca Juga: Bansos PIP April 2025 Siap Dicairkan, Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Status Penerima Disini!

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X