REDAKSI88.com — Shoya Yoshida, Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Dunia, memberikan penghargaan atas keikutsertaan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Kamis (1/5).
Yoshida menggambarkan acara tersebut sebagai tonggak sejarah yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperjuangkan nasib dan hak-hak pekerja Indonesia.
“Perayaan Hari Buruh tahun ini sangat bersejarah karena dihadiri oleh Kepala Negara,” ungkap Yoshida di depan ribuan buruh dan undangan.
Baca Juga: Pimpinan Buruh Dukung Langkah Prabowo Bentuk Satgas PHK: Upaya Selamatkan Ekonomi Nasional
“Kehadiran Bapak Presiden merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah terhadap masa depan buruh dan kesejahteraan buruh di Indonesia.”
Perlu diketahui, kehadiran Prabowo menjadi istimewa karena ia adalah presiden pertama setelah Soekarno (1960) yang menghadiri perayaan May Day secara langsung.
Yoshida juga menjelaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan lambang pergerakan dan persatuan kaum pekerja.
Baca Juga: Prabowo Hadiahkan Buruh di May Day: Dewan Kesejahteraan dan Satgas PHK Segera Dibentuk
Ia mendorong kolaborasi antar-pihak untuk mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang lebih adil.
“Hari Buruh Internasional bukan sekedar perayaan, tetapi merupakan simbol dari perjuangan dan solidaritas kaum buruh,” tegasnya.
“Sangat penting bagi buruh Indonesia untuk bekerja sama dengan pemerintah, pengusaha, dan menyusun undang-undang ketenagakerjaan yang adil, baru, dan inklusif bagi hak-hak buruh.”
Tak lupa, Yoshida menyampaikan terima kasih kepada para ketua serikat buruh Indonesia—seperti Andi Gani, Said Iqbal, dan Elly Silaban—atas partisipasinya dalam acara tersebut.
Di akhir pidato, ia menegaskan bahwa kunci utama perjuangan buruh terletak pada persatuan.