Ia menilai bahwa pernyataan Fadli Zon yang terkesan meragukan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) berpotensi melukai upaya penegakan hak asasi manusia (HAM) dan semangat rekonsiliasi nasional.
"Hal ini penting dilakukan mengingat, permasalahan sejarah kekerasan seksual di Indonesia, adalah yang cukup sensitif bagi bangsa. Meragukan temuan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) tersebut, bisa melukai dan mencederai semangat penegakan HAM dan rekonsiliasi nasional," tukas Hadrian.***