Menhan Israel Ancam Warga Teheran Usai Tel Aviv Digempur Rudal Iran

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 17 Juni 2025 | 10:00 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz.  (Instagram.com / @katz_israel)
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz. (Instagram.com / @katz_israel)

REDAKSI88.com  – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan rudal Iran menghantam sejumlah wilayah di Israel, termasuk ibu kota Tel Aviv, pada Senin, 16 Juni 2025.

Konflik antara kedua negara kembali menjadi sorotan global setelah serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan lainnya.

Laporan dari layanan darurat Magen David Adom menyebutkan, sedikitnya lima warga sipil tewas dan 92 lainnya luka-luka akibat rudal yang diluncurkan dari wilayah Teheran, Iran.

Baca Juga: Istana Tanggapi Kritik terhadap Fadli Zon soal Peristiwa Mei 1998: Jangan Terjebak Gosip Medsos

Serangan itu menargetkan kawasan padat penduduk dan sejumlah infrastruktur vital Israel.

Sebagai respons atas serangan itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan keras yang menyasar langsung kepemimpinan dan warga Iran.

Ia menuding otoritas Iran sebagai pihak yang secara sengaja menyerang area sipil demi melemahkan kemampuan militer Israel.

Baca Juga: KPK Awasi SPMB 2025, Temukan Indikasi Suap hingga Manipulasi Data

"Diktator sombong dari Teheran telah berubah menjadi pembunuh pengecut, yang dengan sengaja menembaki garis depan sipil Israel," tegas Katz, dikutip dari AFP, Senin, 16 Juni 2025.

Menurutnya, langkah Iran tersebut merupakan upaya terdesak untuk menggagalkan operasi ofensif Israel yang disebut-sebut telah "melumpuhkan kemampuan" militer Iran di beberapa sektor strategis.

"Dalam upaya untuk mencegah (militer Israel) melanjutkan serangan yang melumpuhkan kemampuannya," imbuh Katz dalam pernyataan yang bernada ancaman.

Baca Juga: Prabowo Bakal Teken Aturan Baru soal Batas Wilayah, Imbas Sengketa 4 Pulau Aceh–Sumut

Lebih jauh, Katz memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi serius bagi warga sipil di ibu kota Iran, menyiratkan potensi eskalasi balasan yang lebih luas.

"Penduduk Teheran akan membayar harganya, dan itu segera (tiba)," katanya, mempertegas retorika keras yang memperlihatkan kemungkinan serangan balik berskala besar.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X