"Harga 2000 dolar AS untuk semua atau Anda dapat bebas memilih jumlah pembelian dengan harga yang tepat," tulisnya.
Baca Juga: Tompi Hengkang dari WAMI, Nilai Jawaban soal Transparansi Royalti Lagu Tak Masuk Akal
Sebelum isu peretasan ini mencuat, sejumlah warganet sempat melaporkan kasus penipuan yang mereka alami kepada akun resmi JNE di platform X.
“Tolong kalau memang ini benar mohon konfirmasinya, telepon saya melalui nomor resmi JNE. Jika ini penipuan saya minta pertanggung jawaban kepada data saya bisa bocor @JNECare,” tulis akun @ngopimasszeh.
“Halo min, data kita pelanggan kok bisa sampai bocor ke penipu, nelepon pura-pura jadi kurir katanya barang saya hilang, mana benar semua data-datanya, padahal itu saya pesan dari marketplace orange, berarti ada indikasi ini orang dalam pegawai JNE sendiri,” ungkap akun @justIluvb.
Hingga berita ini diturunkan, JNE belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data ini.
Belum ada pula informasi apakah kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak berwenang.
Kendati demikian, kebocoran data dalam skala besar seperti ini berpotensi menimbulkan risiko serius, mengingat data pribadi yang bocor dapat dimanfaatkan untuk penipuan, pencurian identitas, hingga serangan phishing.***