Viral, LMKN Diduga Tagih Royalti ke Pengusaha Hotel di Mataram karena Kamar Sediakan TV

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:26 WIB
Tangkapan layar postingan viral di medsos terkait LMKN yang diduga menyurati pajak royalti ke pengusaha hotel di Mataram, NTB.  (Threads.com/@satya.dharma77)
Tangkapan layar postingan viral di medsos terkait LMKN yang diduga menyurati pajak royalti ke pengusaha hotel di Mataram, NTB. (Threads.com/@satya.dharma77)

Redaksi88.com – Viral di media sosial (medsos) dengan kabar dugaan penagihan royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) kepada pengusaha hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam postingan akun Threads @satya.dharma77 pada Selasa (12/8/2025) mengunggah informasi bahwa sejumlah hotel di Mataram diduga menerima surat tagihan royalti dari LMKN.

"Hotel-hotel di Mataram kaget dapat surat tagihan Royalti, padahal tidak menyetel musik berlisensi," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Soal Dirut PT Agrinas Pangan Mundur, Bappisus Pastikan Dukungan Danantara Tetap Ada

Unggahan itu juga menyebut LMKN telah menyurati banyak hotel di Indonesia lantaran di tempat penginapan itu memiliki televisi yang bisa digunakan tamu untuk mendengarkan musik.

"(Kata) LMKN, memang semua hotel kita surati karena di kamar pasti ada TV," lanjutnya.

Hingga Rabu (13/8/2025), unggahan tersebut telah dilihat 51,2 ribu kali di Threads.

Baca Juga: Tompi Hengkang dari WAMI, Nilai Jawaban soal Transparansi Royalti Lagu Tak Masuk Akal

Isu ini memicu kecemasan sebagian publik, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang khawatir terbebani oleh kewajiban membayar pajak royalti musik.

Dalam kolom komentar unggahan Treads tersebut, sebagian warganet menyayangkan adanya dugaan LMKN menyurati pengusaha hotel di NTB untuk membayar royalti musik.

"Makin aneh, logikanya kita menyediakan TV. Sedangkan apa yang dipertontonkan TV kita tidak bisa mengatur. Sebaiknya stop mendengarkan musik video, agar menghilang sekalian," tulis akun @atep_minato.

Baca Juga: Ramai Isu Kepemilikan Tanah, Nusron Wahid Sebut Negara Mengatur Hubungan Hukum Rakyat dengan Tanahnya

"Untuk royalti TV, HP dan perangkat elektronik lainnya yang mengeluarkan suara di rumah pejabat LMKN siapa yang menagih?" sindir akun @vandri.putra.

Kendati isu terkait pengenaan pajak royalti ke para pengusaha hotel di Mataram ini viral di medsos, pihak LMKN hingga kini belum memberikan keterangan resmi.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X