Redaksi88.com – Polda Jawa Tengah memberikan keterangan resmi terkait aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, memastikan bahwa meski sempat terjadi kericuhan, tak ada korban jiwa dalam aksi demo tersebut.
“Pelaku yang menjadi provokator itu kurang lebih ada 11 kita lakukan pengamanan. Sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan,” kata Artanto kepada wartawan, Rabu, 13 Agustus 2025.
Baca Juga: OJK Resmi Rilis Pedoman Keamanan Siber untuk Perdagangan kripto, Terapkan Prinsip Zero Trust
Ia mengatakan para terduga provokator saat ini tengah menjalani proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban dari kedua belah pihak, baik dari anggota Polri maupun dari masyarakat,” lanjutnya.
Meski ada korban luka, Artanto memastikan hasil penelusuran hingga sore hari menunjukkan tidak ada korban meninggal dunia.
Baca Juga: Mengulik Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk: Amankah bagi Kesehatan?
“Sore ini hasil penelusuran nihil adanya, tidak ada korban yang meninggal dunia dari aksi anarkis tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, aksi protes yang memanas ini dipicu kebijakan Bupati Sudewo yang sempat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Pernyataan Sudewo yang menantang warga melakukan demo besar-besaran sebelumnya pun turut memicu kemarahan publik.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih: One for All Jadi Sorotan, Ketua PFN Sebut sebagai Proses Pembelajaran
Kendati Sudewo telah meminta maaf dan membatalkan kenaikan PBB, massa tetap turun ke jalan untuk mendesak dirinya agar mundur dari jabatannya.
Kericuhan pun tak terhindarkan, hingga kepolisian mengamankan belasan orang yang diduga sebagai provokator.***