REDAKSI88.com - Kebijakan Menteri Keuangan/Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana Rp200 triliun ke bank-bank milik negara (Himbara) memunculkan dinamika di tengah publik.
Purbaya bahkan mencontohkan salah satu dampak kebijakan tersebut terlihat dari protes pengacara Hotman Paris yang mengaku rugi akibat turunnya bunga deposito.
“Hotman Paris protes waktu perpanjang depositonya, bunganya turun, dia jadi rugi. Itu tujuan saya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin, 22 September 2025.
Baca Juga: Inggris dan Sekutu Akui Palestina, Publik Dunia Tunggu Langkah Israel di PBB
Ia menjelaskan, logika kebijakan ini sederhana, yaitu mendorong masyarakat kelas menengah atas yang menyimpan dana besar di deposito agar kembali membelanjakan uangnya.
“Biar dia belanja lagi. Kalau belanja kan ekonomi jalan, memang itu tujuannya. Itu merupakan konfirmasi bahwa kebijakan kita mulai jalan,” ujarnya.
Keluhan Hotman Paris
Hotman Paris sebelumnya menyampaikan keberatan melalui akun Instagram @hotmanparisofficial pada Kamis, 18 September 2025. Ia menyebut turunnya bunga deposito membuat banyak nasabah besar merugi.
“Penghasilan anda dari deposito dan buku tabungan jadi berkurang. Itulah akibat dicairkannya Rp200 triliun untuk bank-bank pemerintah karena apa? Bank pemerintah kebanyakan duit,” jelas Hotman.
Baca Juga: Ancaman Serius Menkeu Purbaya soal Rokok Ilegal, yang Terlibat Kita Sikat
“Karena kebanyakan duit maka dia tidak butuh lagi duit kamu, ataupun kalau duit kamu butuh, bunganya dikurangi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan sudah memperkirakan penurunan bunga deposito sejak kebijakan diumumkan.
“Saya sudah mengatakan ini hari pertama, begitu Menteri Keuangan mengatakan akan mencari ke Rp200 triliun kepada bank pemerintah dan hari ini saya pas mulai buka deposito bunganya sudah turun. Pengorbanan atau perjuangan atau apa ini?” katanya.
Skema Penempatan Dana
Dana Rp200 triliun itu ditempatkan di beberapa bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta BSI Rp10 triliun.
Penempatan dilakukan dalam bentuk deposito on call tanpa lelang dengan bunga sebesar 80,476 persen dari BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).