Secara terpisah, Purbaya menegaskan kebijakan ini untuk menekan perang bunga antarbank.
“Bunga akan cenderung turun, itu akan berdampak dengan ekonomi. Bisa bunga pinjaman turun, bisa bunga deposito turun, yang jelas cost of money turun,” ucapnya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin, 15 September 2025.
Baca Juga: Banyak Nasabah Mengaku Rugi, Begini Kata Mandiri Sekuritas Respons Layanan Aplikasi Growin’ Error
Dampak Ekonomi
Purbaya menambahkan, bank dengan likuiditas berlebih diharapkan lebih leluasa menyalurkan kredit, termasuk ke sektor produktif. Jika digunakan untuk program prioritas, bunga yang dibebankan pemerintah hanya 2 persen, lebih rendah dari standar 4 persen.
“Jadi enggak ada lagi cost tambahan bagi Himbara. Kami instruksikan kalau mereka pakai untuk Koperasi Merah Putih, bunga yang kami charge lebih rendah,” ujarnya.
Ia juga memastikan dana deposito pemerintah tidak akan ditarik dalam enam bulan ke depan sehingga bank memiliki kepastian dalam menyalurkan kredit.
Baca Juga: Listyo Sigit Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Sebut Langkah Responsibilitas Institusi
Tidak Ganggu Keuangan Negara
Purbaya menegaskan kebijakan ini tidak mengganggu posisi keuangan negara karena cadangan pemerintah di bank sentral masih jauh lebih besar.
“Saya tidak harus terpaksa menarik dari perbankan dalam keadaan kepepet. Jadi win-win solution. Kalau mereka bisa salurin, ya salurkan. Kalau enggak bisa, ya ke situ (program pemerintah). Jadi mudah-mudahan, hampir pasti ekonomi berjalan lebih cepat,” katanya.
Meski menuai protes dari sebagian kalangan, termasuk Hotman Paris, kebijakan Rp200 triliun ini tetap dipandang sebagai langkah agresif pemerintah dalam menggerakkan kredit dan konsumsi di tengah perlambatan ekonomi.***
Artikel Terkait
Empat Negara Barat Akui Palestina, Netanyahu Sebut Tak Berdampak
Mengupas Dugaan Suap Proyek DJKA dan Keterlibatan Nama Bupati Pati Sudewo
Listyo Sigit Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Sebut Langkah Responsibilitas Institusi
Banyak Nasabah Mengaku Rugi, Begini Kata Mandiri Sekuritas Respons Layanan Aplikasi Growin’ Error
Ancaman Serius Menkeu Purbaya soal Rokok Ilegal, yang Terlibat Kita Sikat
Inggris dan Sekutu Akui Palestina, Publik Dunia Tunggu Langkah Israel di PBB