Redaksi88.com – Sejumlah jurnalis diduga mengalami tindak kekerasan saat hendak melakukan peliputan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa, 30 September 2025.
Insiden ini bermula ketika para wartawan berusaha mencari tahu lokasi dapur SPPG yang disebut menjadi tempat penyajian MBG bagi siswa SDN 01 Gedong, Jakarta Timur.
Program tersebut memang tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan sejumlah siswa mengalami keracunan makanan.
Namun, upaya peliputan itu justru berujung pada insiden. Seorang oknum pegawai SPPG disebut marah dan mengusir wartawan dari lokasi.
Saat jurnalis mencoba merekam video di luar area gedung, oknum tersebut kembali mendatangi dan melarang kegiatan peliputan.
“Nggak lama saya lihat ada mobil SPPG Gedong 2 datang, kemudian saya ambil video dan si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik nggak bisa larang-larang,” ujar salah satu wartawan yang menjadi korban penganiayaan.
Baca Juga: Soal Tunggakan Rp55 Triliun ke BUMN, Menkeu Purbaya Justru Tagih Balik: Jangan Rugi Terus
Situasi kian memanas ketika para jurnalis hendak meninggalkan lokasi tersebut. Oknum pegawai SPPG itu kembali menghadang.
Bahkan, salah satu wartawan mengaku dicekik, sementara rekannya hampir dipukul.
“Pas sudah dijelasin, saya mau pergi ke SPPG Gedong 1 tapi tiba-tiba bapak yang tadi sudah kepalkan tangannya mau pukul saya, terus tiba-tiba malah cekik saya dan rekan saya,” jelasnya.
Hingga kini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga yang menaungi SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat dihubungi media, belum memberikan jawaban.